Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ditemukan flu burung, pemerintah klaim peternak tak patuh aturan

Ditemukan flu burung, pemerintah klaim peternak tak patuh aturan Ilustrasi flu burung. ©Shutterstock/Steve Snowden

Merdeka.com - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Muladno, membantah ayam di peternakan atau di tempat pengelolaan tradisional tidak divaksin. Hal ini terkait penemuan virus flu burung yang ada di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

"Bukannya tidak pernah tapi kita udah upaya dan kita perlu perjuangan," ujar Muladno di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (21/3).

Padahal, pemerintah sudah melakukan upaya vaksinasi berupa Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta nomor 4 tahun 2007 tentang pengendalian pemeliharaan dan peredaran unggas. Hanya saja, beleid tersebut dianggap belum banyak dipatuhi peternak unggas.

"Ya ini ada rapat kan hari ini di DKI mudah-mudahan dengan kejadian ini bisa kita sinergikan. Kita juga sudah negosiasi dengan pedagang burung hidup. Kan kalau sampai nyebar ke manusia yang rugi pedagang juga," kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Muladno, pihaknya akan memanggil tokoh-tokoh terkait guna melakukan kordinasi. Diharapkan dengan negosiasi tersebut bisa membuat pengelolaan unggas menjadi lebih baik dan bisa menguntungkan pedagang.

Dirinya juga menghimbau kepada para peternak agar lebih sigap untuk menghadapi serangan virus flu burung yang sangat rentan pada musim hujan.

"Kalau musim hujan bisa muncul di mana saja. Maka saya imbau masyarakat buat bersih-bersih dan kalau ada yang ketemu ayam yang kena flu burung langsung lapor," tandasnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP