Transjakarta tabrak pengendara, Ahok salahkan sopir tak profesional
Ahok menilai perjanjian terdahulu antara operator dan sopir banyak permainan.
Sepekan ini sudah beberapa kali bus Transjakarta terlibat kecelakaan. Di beberapa peristiwa, sampai menimbulkan korban jiwa.
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyalahkan berbagai kecelakaan tersebut karena ketidakprofesionalan sopir. Selain itu, tentu kesalahan dari korban lain yang bersinggungan karena memasuki jalur Transjakarta tersebut.
"Saya bilang masalah kecelakaan pasti akan terjadi karena kesalahan. Sopirnya enggak profesional," ujar Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/6).
Oleh karena itu, Ahok beranggapan jika ke depannya, para operator Busway harus lebih proaktif dalam merekrut sopir Transjakarta yang lebih kompeten. Nantinya, gaji para sopir di sejumlah koridor itu, terutama koridor 1, memang harus diperbaiki agar sesuai dengan kualitas, dan tanggung jawab para sopir Transjakarta tersebut.
"Perjanjian kontrak lama itu enggak kejam. Saya bilang dulu kontrak (antara UP Busway dan operator) itu penuh permainan," katanya.
"Operator harus hidup, macam-macam kita singkirin. Sopir macam-macam juga kita singkirin. Sopir mesti diperbaiki nih gajinya, Rp 2 juta - Rp 3,5 juta UMP. Kita harus membuat sopir yang baik mau kerja, yang jelek singkirin saja," tambahnya.
Baca juga:
Rem bus Transjakarta blong, mengapa sopir yang jadi tersangka?
Ini keunggulan bus Transjakarta merek Scania dibanding Zhong Tong
'Kecelakaan Transjakarta di Mampang kado pahit buat Ahok'
Habis nabrak, sopir Transjakarta ngumpet di kolong bus
Pengemudi Transjakarta kecelakaan di Mampang baru dua hari kerja
Polisi selidiki kelalaian pengelola Transjakarta tabrakan di Mampang
4 Fakta kecelakaan Transjakarta paling tragis