Tolak alat fitnes, SMA 55 lebih butuh biaya renovasi Rp 3 M
SMA itu sekarang dalam proses renovasi bangunan.
Rencana pengadaan alat fitnes di sekolah dalam RAPBD 2015 sama sekali tak dibutuhkan oleh SMU 55 Jakarta. Sekolah yang berlokasi di Jalan Minyak Raya, Duren Tiga, Jakarta Selatan itu mengaku kekurangan biaya Rp 3 miliar untuk renovasi sekolah.
"Jangankan alat fitnes. Saat ini kami malah butuh dana untuk renovasi sekolah," kata Suparno, Wakil Humas SMU 55 di Kampus STIEN, Jl. Dewi Sartika, Jaksel kepada merdeka.com, Senin, (2/3).
SMU 55 hingga kini mengadakan kegiatan belajar mengajar di dua lokasi terpisah karena sekolah masih dalam proses renovasi. Kelas X mengadakan meminjam ruangan di SD 05 Pengadegan, sedangkan kelas XI dan XI di Kampus STIEN, Jalan Dewi Sartika.
Suparno mengaku, SMU 55 pernah mengembalikan peralatan futsal yang diberikan oleh pihak Disdik DKI karena tak mempunyai tempat untuk menampung. Sebelumnya peralatan futsal tersebut disimpan di aula Masjid Pomad.
"Kami mengembalikan peralatan futsal yang diberikan oleh pihak Diknas. Kami tak punya tempat untuk menampung alat tersebut," lanjut Suparno.
Tak cuma itu, SMU 55 juga sering menerima peralatan sekolah seperti lemari dan meja dari Disdik DKI. Namun sayangnya lemari dan meja tersebut dibuat dari bahan yang mudah rusak.
"Ya kami menerima lemari dan meja tapi bahannya mudah rusak," ujar Suparno.
Sebelumnya, dalam RAPBD 2015 versi DPRD DKI, sejumlah SMA dan SMK diusulkan mendapatkan alat fitnes. Satu sekolah mendapatkan anggaran Rp 2.500.000.000 untuk membeli alat fitnes.
Baca juga:
SMK Negeri 32 bingung minta panci penggorengan dikasih alat fitnes
Wawancara blak-blakan Ahok: Lawan DPRD bak koboi sudah cabut pistol
Ini kata Haji Lulung soal SMS panik hadapi Ahok
Haji Lulung: Ahok dong yang harus tanggung jawab UPS
SMK 29 akui ajukan anggaran alat fitnes buat guru dan murid
Dana siluman APBD DKI, Wagub Djarot sebut mendagri akan turun tangan