Wawancara blak-blakan Ahok: Lawan DPRD bak koboi sudah cabut pistol

Saat Jokowi masih gubernur, keduanya sudah pernah berencana membongkar kelakuan DPRD.

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Wawancara blak-blakan Ahok: Lawan DPRD bak koboi sudah cabut pistol
Ahok di Balai Kota. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, bakal melakukan segala cara melawan tindakan curang DPRD. Dia tak mau kebiasaan menggerogoti anggaran yang dilakukan DPRD dan anak buahnya, terus dibiarkan."Ini hukum tetap jalan terus dan enggak ada mundur. Dan saya kan udah bilang sama wagub, ini ga bisa balik lagi ini. Karena ngajak saya main koboi, udah cabut pistol ini. Saya ingin buka udah tahun 2012 lho (kejadiannya)," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3).Soal anggaran siluman Dinas Pendidikan yang tercantum di APBD DKI sejak 2014, kata Ahok, biar diselidiki KPK. Sebab, semua bukti yang mendukung temuannya soal dana triliunan sudah disertakan.Berikut wawancara Ahok soal ketegasannya melawan DPRD DKI:

Gerakan dukung Ahok bagaimana?Saya kira bukan soal dukungan. Yang penting kan sekarang bagaimana orang Jakarta mau nggak amanin sistem penganggaran yang selama ini penuh main. Makanya saya terima kasih orang Jakarta banyak yang sadar bahwa e-budgeting mengontrol permainan yang titip anggaran seperti ini. Jadi bukan save Ahoknya tapi ini persoalan bagaimana Anda melakukan itu. Kalau mau save Ahok sih saya terima kasih.Selain ups apa lagi sih?Ada scanner 3D, bikin program bilingual. Macam-macam lah.Total berapa item?Banyak banget lah pokoknya total Rp 12,1 triliun.Reaksi saat Nasdem tarik angket dukungan bagaimana?Saya kira NasDem itu yang betul ya. Kenapa dibuat angket, DPRD menuduh kami memalsukan APBD, sedangkan kami mengatakan yang memalsukan itu mereka gitu loh. Jadi kalau orang mau mendukung Rp 12,1 triliun itu nggak pantas, ya pasti batalin angket dong seperti NasDem lakukan karena antara angket dan ini tuh dua sisi yang hitam putih. NasDem betul karena dia mendukung Rp 12,1 triliun tidak benar, dia pasti batalin angket. Angket ini mau mempertahankan versi Rp 12, 1 triliun dan menuduh versi kami yang siluman. Makanya perlu angket.Itu dua sisi yang berbeda. Makannya kalau ada parpol yang mengatakan, kami mendukung angket dan mendukung Ahok untuk membatalkan Rp 12,1 triliun itu mah pura-pura namanya. Itu dua sisi yang, ini nggak bisa. Makannya kalau ada partai politik yang mengatakan, kami dukung angket terusin, terus juga mendukung Rp 12,1 triliun, ini namanya mau injek di 2 kaki bos.Hasil lobi atau gimana?Enggak ada hasil lobi, masing-masing partai aja mutusin. Makannya saya bilang, beberapa temen ada yang bilang sama saya, kenapa si kamu kenal semua partai politik enggak ada yang kamu temuin, habis kamu menuduh saya akan melobi partai politik untuk membatalkan angket. Saya mana mungkin melobi partai politik membatalkan angket, orang saya nggak salah kok. Saya malah meminta ke semua partai politik untuk jangan melakukan pembiaran dong sama fraksi DKI nyolong Rp 12,1 triliun.Ini ketakutan karena dilaporin ke KPK nggak sih?Enggak ada hubungannya ini. Ini mungkin ketakutan seluruh Indonesia. Kalau saya berhasil lakukan ini, ini akan membawa dampak ke seluruh Indonesia e-budgeting, dan ini yang mau Pak jokowi mau. Ini akan memberikan dampak pada seluruh Indonesia, sistem nggak bisa lagi oknum DPRD main ketik ketik masukin sendiri.Kalian inget nggak saya mau beli truk sampah tiba-tiba hilang. Yang saling menuduh itu lho. Enggak ada yang mau ngaku, karena waktu ngubah excel enggak ada bahan. Terus masih inget enggak truk sampah udah ada tahun berikutnya 2014 di perubahan ilang setengah. Mobilnya sudah pesan lagi. Jadi ini akibat enggak ada e-budgeting. Terus masih inget enggak PU saya marah-marah potong anggaran 2012, ternyata kembali muncul lagi. Makannya saya perlu sistem.

Kalau pernyataan Rio Capela karena bapak udah membawa ke ranah hukum?Itu terserah mereka ngomong apa. Yang pasti parpol kalau mau bilang dukung angket dan dukung hilangin Rp 12 triliun yang tidak pantas itu nggak konsisten. Ini udah jelas kok hitam atau putih.Makanya saya bilang sama wagub, saya tegaskan, ini sudah tidak ada lagi kompromi. Apa yang mau diperdamaikan. Saya sampai mati pun tidak mau masukin Rp 12,1 triliun ke dalam APBD karena barang ini tidak pantas. Terus kalau DPRD tetap ngotot, enggak mau ikutin e-budgeting enggak akan

ketemu.Orang bilang gaya komunikasi saya, mau komunikasi gimana. Sampai paripurna juga senyum-senyum, cipika-cipiki dan baik-baik ko. Coba bilang komunikasi saya baik sama DPRD, coba saya terima Rp 12,1 triliun baik engga mereka sama saya. Baik.Ini bukan soal ideologi partai, bukan soal saya enggak punya partai, bukan saya enggak komunikasi. Ini soal Rp 12,1 triliun bos.Kira-kira KPK tetap jalan enggak?Ini hukum tetap jalan terus dan enggak ada mundur dan saya kan udah bilang sama wagub. Ini enggak bisa balik-balik lagi ni. Karena ngajak saya main koboi, udah cabut pistol ini. Saya ingin buka udah tahun 2012 lho.Kenapa baru sekarang dilaporkan?Karena saya masih tunggu. Waktu 2012 kamu lihat deh, 2007 lah dan mundur lagi. Kabinet sekolah enggak bisa masuk, masuk dalam berita dan semua masuk penjara siapa. Dan masuk penjara siapa ya SKPD mereka enggak. 2014 Kan lewat kan, itu bukan kami.Ada enggak oknum DPRD masuk penjara, enggak, 2014 pun dia ngelak kan itu bukan kami itukan SKPD yang rancang yang ngisi dia, makanya kita tunggu sampai 2015 dibuat sendiri versi dia, sekarang versi sudah jelaskan, siapa yang ngisi sendiri beli UPS? Versi DPRD.

Yang dilaporin tahun berapa saja?Kita laporin 2012, 2013 temuan BPKB, siluman jujur saja ini kan 2014 sudah mau saya tangkep mau saya pecatin di awal 2014, ketika SKPD menolak gunakan e-budgeting, mereka mengatakan enggak ada harga satuan, kurang ajar enggak?

Masa DKI puluhan tahun enggak ada harga satuan, dan saya dateng dia main, cuma waktu itu Pak Jokowi nasehatin saya, Presiden bukan org kita, Kejagung, Kapolri bukan orang kita, Mendagri bukan orang kita, Mensesneg, Menseskab bukan orang kita apa kita lapor bisa jalan atau enggak, makanya beliau bilang tunggu saya di sana dulu

Dulu karena belum e-budgeting ya?Betul karena enggak ada e-budgeting, tiba-tiba muncul, sama SKPD enggak pernah merasa memasukkan itu, dan itu dilelang. Maka yang jelas saya orang sabar, saya tungguin, kata Pak Jokowi sabar dulu, tunggu saya ke sana, dan saya tunggu setahun, dan pas saya masukin kemarin saya tanya ke beliau, bapak masih minat enggak sih e-budgeting dilakuin di seluruh Indonesia, agar enggak ada lagi oknum APBD, DPRD mengganti-ganti seenaknya di excel supaya kasihan bupati, gubernur mesti mengawasi semua tiba-tiba di balik oknum main, beliau bilang masih.

Terus resikonya apa? Gue bilang paling saya dipecat kalau ditemukan salah, beliau tanya kalau (mendagri) kirim surat pada saya, saya berhak nolak enggak, enggak jadi pecat pak gubernur. Enggak saya bilang, bapak (Jokowi) enggak berhak nolak, nanti kalau ditemukan penyidikan angket saya salah lalu MA memutuskan saya salah, lalu bapak harus pecat saya.

Bukannya tahun 2014 masih Jokowi?Ini bukan tanggung jawab. Ini ada di SKPD. Makanya kita harus melihat, SKPD ini ada pembahasan dengan DPRD. Dan kalau tanpa e-budgeting DPRD selalu ngeles. 'Kan bukan kami yang ngetik. Yang ngetik kan Anda' makanya mereka merasa SKPD yang main. Makanya saya tungguin. Begitu e-budgeting 2015 mereka pikir seperti itu. Ini namanya jebakan betmen versi Ahok. Sekarang DPRD enggak bisa bilang kamu yang ngetik. DPRD secara terang-terangan bilang ini versi kami, ini yang palsu. Nah jadi ini yang menarik sekarang. SKPD dan DPRD sudah berani mengakui ada versi dia. Kalau dulu enggak pernah berani versi dia. Makanya mereka membuat angket menekan kami. Nah TvOne juga hati2 juga. Enggak usah nanya-nanya dititipin. Saya sudah sebel lama-lama. Makanya aku enggak pernah mau hadir. Kalau mau edit silakan.APBD 2015 kan belum cair, program apa saja yang terhambat?Semua program jalan. Gak ada yang terhambat. Semua program jalan. Kita sudah pikirkan dengan matang. Makanya ini bukan gara-gara angket. Saya sudah merancang dari 2012.Saya ketipu oleh PU dan Dishub. Makanya saya mulai merancang. Kenapa saya butuh bolak balik ke LKPP e-catalog, kenapa saya begitu marah sama LKPP ketika tidak mau di e-catalogkan semua. Karena saya sudah rancang ini semua dengan baik. Kenapa saya mulai rancang, semua harus gaji dengan kartu e-money. Sekarang coba kalian lihat, ada gak sampah, sungai-sungai kotor, jalan laporan abis banjir jalan enggak semua jalan. Siapa bilang program kami enggak jalan, semua kami gunakan anggaran mendahului, ada poinnya. Anggaran darimana?Tetap APBD. Jadi kita boleh menggunakan anggaran mendahului sebelum ini diputuskan APBD-nya.Tetap berjalan?Jalan aja, kan baru Februari. Kalau sudah lewat Februari sampai 60 hari, kalau mendagri enggak bisa sebutin mana benar mana salah, kita kan pakai anggaran tahun lalu. Jadi kalau tender boleh gak? Tender kan juga ada proses 45 hari. Peraturannya sebelum APBD ketuk palu sudah ada di mata anggaran, boleh gak tender? Boleh. Ini proses tender akan jalan terus seperti biasa sambil nunggu proses. Jadi gak ada yang terhambat pemerintahan.Cuma yang terhambat TKD dinamis saya masalah, statis juga masalah. Karena TKD itu harus ada ketuk palu APBD. Ya sudah saya katakan ini namanya kanker, operasi. Ini bukan menyelamatkan saya, saya tinggal tanya sama SKPD, PNS di DKI Anda mau dibohongi tiap tahun oleh oknum DPRD dengan cara seperti ini yang masuk penjara Anda atau Anda mau perubahan. Kalau Anda mau perubahan, ikut saya.Dukungan untuk bapak? Bagi saya itu sesuatu bukan dukung saya, mereka mendukung perubahan sistem APBD seluruh Indonesia. Kalau Ahok sendiri mau, ya kalau kena juga Ahok sendiri. Apa ya saya pikir, mungkin di DPRD mereka pikir nggak ada gubernur yang berani pasang badan untuk perubahan. Karena kamu udah nyaman bahaya dong. Mungkin juga mereka berpikir ahok berlindung di salah satu partai dia nggak punya partai. Saya mah nggak ada urusan, kalau buat duit rakyat mah gua lawan.Sekarang sudah dikasih ke mendagri tergantung mendagri mau percaya versi DPRD atau versi kita yang betul.Kapan?Saya nggak tahu. Tergantung mendagri.Kalau terulang, mau gandeng KPK, BPK, BPKP, atau yang lain?Kita ICW semua kita gandeng.Begitu semua anggaran e-budgeting semua rapat masuk youtube semua beres. Perhatiin semua rapat, ada nggak komisi berani ngomong macem-macem. Dia ikutin aturan, ini udah ada RPJMD, ada rencana kerja pemerintah. Sekarang setelah selesai dia aja bikin baru. Sekarang dia bilang, melakukan angket untuk melakukan penyidikan apakah saya melakukan pemalsuan atau tidak. Dan saya kan endak punya hak angket, kalau saya enggak punya angket yang pasti hukum dong. Data yang udah ada seperti.

Pemenang tender UPS banyak fiktif?Itu urusan BPKP untuk investigasi. Hasil investigasi akan dipakai KPK untuk penegakan.

Lasro udah nyisir anggaran kok muncul?Pas (APBD) perubahan muncul lagi. Kalau Anda udah nyisir semua, Anda bisa kontrol enggak biar enggak masukin lagi. Makanya butuh e-budgeting supaya yang ngetik ngerubah kerekam. Itu kenapa saya ngotot mesti e-budgeting. Contoh bisa enggak e-budgeting 2015 muncul mata anggaran yang enggak diusulkan? Bisa tapi begitu muncul saya bisa cari tahu siapa yang iseng masukin di luar yang kita bahas. Tapi kalau enggak ada, mau Lasro seribu orang juga enggak bisa jaga.

Rekomendasi