LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Terbuai janji manis dinas pemakaman DKI Jakarta

Butuh beberapa hari untuk mendapatkan makam. Setelah mendapatkan makam, petugas penjaga makam juga membuat perjanjian.

2016-07-30 04:33:00
Makam fiktif
Advertisement

Terbongkarnya kasus makam fiktif di DKI Jakarta membuat para pemesannya pasrah. Mereka harus merelakan makam pesanannya hilang. Namun, ada saja petugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI tetap menjanjikan pengadaan makam.

Kondisi itu dialami pasangan suami istri, S dan SK, warga Jakarta Utara. Makam fiktif miliknya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, di Blok AA1, Jakarta Pusat, akhirnya terbongkar Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta. Menurut S makam tersebut kini sudah diberikan kembali kepada pihak TPU Karet Bivak.

Makam itu sebenarnya sudah dipesan sejak enam tahun lalu. Niat awalnya, agar keduanya bisa dikubur berdampingan.

Sejak dibongkar, S mengakui tetap dijanjikan para petugas makam dapat lahan pengganti. "Tapi saya dapat poin, kata pihak sana, 'Bapak, kalau ada apa-apa kita akan carikan tempat Pak'," kata S kepada merdeka.com, Jumat (29/7) kemarin.

"Jadi saya enggak pesen lagi, jadi dia sudah siapin di suku dinas, Ya Alhamdullilah, tapi enggak tahu saya mati di Jakarta atau enggak atau sama istri saya atau enggak ya dan enggak tahu juga apa dia masih ngejabat atau enggak. Ya kita percaya saja," tambahnya.

Dia pasrah lantaran terbentur aturan. Pasal 37 Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Permakaman menyebutkan bahwa pemesanan makam hanya diperuntukkan bagi jenazah atau kerangka dan tidak dibolehkan untuk memesan persediaan bagi orang belum meninggal. "Saya enggak masalah kalau besok, kalau peraturan daerah dan sekarang enggak boleh ya dikembalikan saja," ungkapnya.

S mengaku sebelum memesan makam, pernah bercerita kepada petugas pembersih makam agar dikuburkan satu liang lahat dengan almarhum ayahnya. "Awalnya seperti itu tapi kalau enggak dapet juga enggak apa-apa, itu cerita saya waktu sama petugas pembersih makam yang dia juga tukang minuman di makam tersebut," jelasnya.

S menceritakan, butuh beberapa hari untuk mendapatkan makam itu. Setelah mendapatkan makam, petugas penjaga makam juga membuat surat perjanjian dan diantar ke kantor TPU Karet Bivak. Tetapi, dia tidak mau membeberkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan makam yang sudah kedaluwarsa dan menjadi makam baru. "Orang pembersih ini dekat sama orang kantor, dan sama saya. Ya jadi itu semua diurus kantor," terangnya.

Baca juga:
Lagi, ditemukan makam fiktif di TPU Jakarta, total 376
Makam fiktif ada karena ahli waris ingin liang keluarga berdekatan
Pesan liang lahat, berjaga-jaga sebelum ajal tiba
Trik licik petugas sulap makam fiktif
Percaya surat kuasa demi dapat makam di Jakarta

Advertisement
(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.