Taufik sebut Ahok lebay mau gusur Kalijodo pakai tank
Wakil Ketua DPRD DKI itu meminta Pemprov DKI untuk menempuh jalur persuasif terlebih dahulu sebelum ditertibkan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tampaknya tidak main-main untuk membongkar kawasan lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara. Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik meminta Pemprov DKI untuk menempuh jalur persuasif terlebih dahulu sebelum ditertibkan.
"Kita baru dengar sekarang, harus dipikirkan, kalau bukan warga DKI, yang paling penting warga DKI, harus ada sensusnya, datanya. Caranya harus persuasif, orang kan bisa diajak ngomong," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (11/2).
Menurutnya, sebelum ditertibkan, Ahok seharusnya menyiapkan terlebih dahulu rusun untuk relokasi warga yang tergusur. Di sisi lain, upaya perlindungan terhadap warga DKI yang dibongkar juga harus diperhatikan.
"Perlu dong rusun, pertama cara menertibkan, kedua sesudah penertiban itu apa, kalau warga Jakarta yang harus diberikan perlindungan, kehadiran pemerintah harus melindungi warganya, kalau mengganggu monggo silakan ditertibkan," tandasnya.
Kendati demikian, politisi Gerindra ini mengaku mendukung upaya Pemprov DKI Jakarta untuk membersihkan kawasan itu dari bisnis haram yang sudah sejak lama beroperasi.
"Kalijodo kalau mengganggu masyarakat saya kira wajar saja kalau ditertibkan, cuma jangan pakai tank, itu buat perang, lebay itu," pungkas Taufik.
Baca juga:
Ahok soal Kalijodo: Begitu masuk SPB, kita minta bantuan polisi-TNI
Ahok soal pembongkaran Kalijodo: Kalau dibiarin, nanti korban lagi
Ahok: Prostitusi jangan liar, kalau liar enggak benar
Cerita Kombes Khrisna Murti ditodong pistol oleh preman Kalijodo