Sumarsono tegaskan program integrasi angkot bukan jiplak ide Anies
Sumarsono tegaskan program integrasi angkot bukan jiplak ide Anies. Sumarsono menjelaskan, bahwa program-program yang diluncurkan oleh Pemprov DKI murni bersifat sosial dan tidak bermuatan politik sama sekali.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menanggapi Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menyatakan bahwa program angkot KWK terintegrasi Transjakarta telah meniru idenya. Menurut Sumarsono, program-program diluncurkan Pemprov DKI murni bersifat sosial dan tidak bermuatan politik sama sekali.
"Ya boleh aja penilaian buat kita yang penting terbaik untuk masyarakat, memberikan kemudahan publik. Soal ide meniru ya kalau sama ya syukur kalau tidak ya kemudian tidak meniru," kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/4).
Sumarsono menambahkan, saat ini pihaknya tidak melibatkan politik dalam membuat setiap kebijakan. Semuanya murni demi kepentingan rakyat.
"Kami tidak begitu concern tentang hal itu. Saya sebagai Plt Gubernur apa yang terbaik, laksanakan," kata Sumarsono.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono menegaskan bahwa kebijakan tersebut telah dibahas sejak tahun lalu.
"Itu enggak benar, karena ini sudah dibicarakan sejak tahun lalu. Kami sudah bicarakan itu sejak lebaran tahun lalu dengan mereka (dengan KWK)," kata Budi.
Budi juga menjelaskan bahwa Transjakarta sama sekali tidak terlibat dalam politik. "Kami Transjakarta enggak pernah peduli dengan Pilkada, yang penting pelayanan lebih baik. Yang kami ingin adalah Jakarta aman, pelayanan lebih baik sehingga pelanggan kami bisa kami layani dengan maksimal," ujar Budi.
Diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menandatangani kerjasama antara Koperasi Wahana Kapilka (KWK) dengan PT Transjakarta. Kerjasama itu dilakukan pada Senin (3/4) kemarin.
KWK yang terintegrasi ini mulai beroperasi dari pukul 05.00 WIB sampai 23.00 WIB. Wilayahnya pun bertahap untuk angkot berwarna merah muda menjadi terintegrasi dengan Transjakarta.
Saat ini baru beberapa trayek KWK yang terintegrasi dengan Transjakarta, salah satunya trayek dengan nomor 07 tujuan Cililitan-PGC-Condet. KWK yang terintegrasi ini juga menyediakan layanan gratis mulai pukul 05.00 WIB-09.00 WIB.
Pelanggan yang turun di halte Transjakarta bisa menikmati layanan gratis tersebut yaitu dengan cara menunjukkan kartu integrasi KWK yang bisa dibeli di halte Transjakarta.
Cagub DKI nomor urut 3, Anies Baswedan pun mengaku senang ide-idenya diadopsi oleh Pemerintah Provinsi DKI. Salah satunya soal integrasi KWK dengan Transjakarta.
"Gubernur yang sedang cuti itu mengintegrasi antara Transjakarta dengan KWK, kami senang ide-ide diadopsi," kata Anies, di Hotel Sofyan Betawi, Jakarta, Senin (3/4).
Menurut pendapatnya ide tersebut seharusnya dicetuskan sejak lama. Tidak soal integrasi KWK dengan Transjakarta tetapi juga layanan untuk orangtua.
"Tapi pertanyaannya lima tahun kemana saja? Termasuk soal layanan kepada orangtua," ujarnya.
Dia berharap ke depannya organda dan pemilik angkutan bisa menjadi subjek kegiatan transportasi dan bisa terintegrasi kemana saja.
"Saya juga berharap ke depan, organda, dan pemilik jadi subjek kegiatan transportasi, bukan objek. Insya Allah itu komitmen kami, secara bertahap transportasi bisa terintegrasi ke mana saja," ucap Anies.
Baca juga:
Kemenhub: Kini ada angkot pakai AC & Wi-Fi untuk saingi taksi online
Belum ada aturan resmi, Go-Jek Cs boleh diatur pemerintah daerah
Pemerintah kaji Go-Jek Cs hanya boleh beroperasi di pemukiman
41 Feeder Batik Solo Trans mulai beroperasi hari ini
Anies tanggapi Djarot soal integrasi transportasi ada 2 tahun lalu
Anies sindir Ahok-Djarot mau integrasikan angkutan tapi tak maksimal
Unpad gratiskan kendaraan Bandung-Jatinangor bagi mahasiswa