Setelah jadi tersangka kasus UPS, FZ tak pernah hadir di DPRD DKI
FZ tak pernah datang sejak Senin (16/11) lalu.
Pasca Bareskrim Polri ditetapkan menjadi tersangka kasus uninterruptible power supply (UPS), anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Hanura, Fahmi Zulfikar diketahui tak pernah hadir ke kantornya yang berada di ruangan Fraksi Hanura, lantai 5 gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Saat merdeka.com mencoba menemuinya, FZ tidak ada di tempat. FZ tak pernah datang sejak Senin (16/11) lalu. Berdasarkan informasi yang dihimpun, alasan FZ tidak datang karena sakit sejak berita mengenai penetapan tersangka terhadap dirinya beredar di media massa.
"Dari Senin katanya sakit. Sakitnya apa saya kurang tahu," kata seseorang yang berjaga di depan ruang Fraksi Hanura dan enggan disebutkan namanya.
Pernyataan tersebut berbeda dengan informasi yang diberikan Sekretaris Fraksi Partai Hanura Verry Yonevil. Verry mengungkapkan bahwa anggotanya itu sedang dalam kondisi yang baik dan tenang karena dirinya merasa bahwa dia tidak bersalah.
"Fahmi sangat tenang karena dia yakin enggak salah. Dia juga sudah menulis surat pernyataan diatas materai bahwa dirinya tidak bersalah," kata Verry saat ditemui di DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Rabu (18/11).
Seperti diketahui, sebelumnya Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Bareskrim Kombes Pol Hadi Ramdani mengatakan bahwa FZ dan MF diduga melakukan praktik korupsi UPS saat mereka masih menjabat di Komisi E pada tahun anggaran 2014.
Nama dua anggota DPRD DKI tersebut ditetapkan setelah Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sudin Pendidikan Jakarta Barat Alex Usman menyeret nama mereka dalam persidangan.
"Iya sudah tersangka FZ (Fahmi Zulfikar) dan MF (M Firmansyah)," kata Hadi, Senin (16/11).
Baca juga:
Fraksi Demokrat-PAN segera pecat anggota DPRD DKI korupsi UPS
Sejak 2012, Firman tersangka korupsi UPS tak aktif di Demokrat
Tak jadi tersangka kasus UPS, Lulung bilang 'Allah menjaga saya'
Ini tanggapan Lulung dua anggota DPRD DKI jadi tersangka UPS
Kasus UPS, Ahok yakin banyak anggota DPRD yang kena