Seharian Bebas Hujan, Banjir Jakarta Sudah Surut di Semua Titik
BPBD mencatat hingga Rabu (05/03) pukul 23.00 WIB, seluruh genangan di wilayah DKI Jakarta sudah surut.
Proses modifikasi cuaca yang dilakukan membuat wilayah Jabodetabek tak diguyur hujan sepanjang hari Rabu (6/3) kemarin. Kondisi ini berdampak baik karena banjir di sejumlah titik terus susut.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Mohammad Yohan menyampaikan, banjir di Jakarta sudah surut pada hari ini, Kamis (6/3). Hal itu dipastikan, dari laporan diterima Rabu malam (5/3) pukul 23.00 WIB yang mencatat sudah tidak ada genangan di seluruh Jakarta.
“BPBD mencatat hingga Rabu (05/03) pukul 23.00 WIB, seluruh genangan di wilayah DKI Jakarta sudah surut,” kata Yohan seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (6/3).
Surutnya banjir tak lepas dari kolaborasi semua pihak. Ditambah lagi operasional alat seperti pompa bekerja dengan baik.
“Seluruh organisasi perangkat daerah telah mengerahkan personel berikut dengan peralatan pendukung seperti pompa mobile dalam menyedot genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik,” tutur dia.
Kehidupan Jakarta Sudah Mulai Normal
Hari ini, Gubernur Jakarta Pramono Anung juga memantau kondisi banjir via udara. Hasil pemantauan, kata Pramono, saat ini permukaan air di Manggarai menurun jadi 600cm atau siaga 4. Artinya, tinggi muka air di Jakarta sudah surut dari dua hari sebelummya yang mencapai 850cm.
“Alhamdulilla kemarin yang sempat 850 sekarang sudah 600,” ucap Pramono.
Pramono juga melihat, kehidupan Jakarta yang sudah mulai normal kembali karena banjir terus menyurut.
Namun demikian, pihaknya akan tetap mempercepat normalisasi sungai Ciliwung yang melintasi sejumlah kawasan pemukiman yaitu Pangadegan, Cawang dan Bidara Cina.
“Kita segera tindak lanjuti dan selesaikan, terutama untuk normalisasi sungai Ciliwung yang ada di Pangadegan, Cawang dan Bidara Cina. Karena itulah yang kemudian kemarin memberikan dampak banjir yang luar biasa ketika di atas intensitas atau pun curah hujannya tinggi dan itu akan kita tangani,” jelas Pramono.
Pramono memastikan, dirinya sudah meminta kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air untuk segera menindak lanjuti dengan instansi dan kementerian terkait. Utamanya, untuk pembebasan lahan normalisasi sungai.
“Kalau memang harus kita berkoordinasi dengan Kementerian ATR, BPN, kami segera akan melakukannya,” ujar Pramono.