Sampah TPS Pangadegan menumpuk, warga di Kompleks DPR sampai protes
Pengakutan sampah yang biasanya dilakukan 2-3 kali, saat ini hanya satu kali.
Sampah di sejumlah tempat pembuangan sampah di Jakarta terlihat menggunung tinggi. Kondisi ini karena truk pengangkut sampah di hadang melintasi Jl Transyogi untuk sampai ke Bantargebang.
Seperti pemandangan di TPS Pangadegan, Kalibata, Jakarta Selatan. Pengakutan sampah yang biasanya dilakukan 2-3 kali, saat ini hanya satu kali.
"1 Kali sekarang, dulu mah bisa 2 atau 3 kali buang. Mobil masih nunggu buat ngebuang ke Bantargebang. Berlakunya perintah ini baru hari ini sama kemarin, kemarin mah numpuk 2 hari enggak di buang," kata Trimo, petugas kebersihan di TPS Pangadegan, Jakarta, Kamis (5/11).
Kondisi ini membuat warga protes. Tak terkecuali warga di Kompleks DPR yang letaknya berdekatan dengan TPS ini.
"Iya ada yang ngeluh nih orang dari DPR, tapi saya gak tau namanya siapa," tambahnya.
Kepada warga, Trimo mengaku terus berusaha menjelaskan penyebab sampah tak diangkut seperti biasanya.
"Ada komplain dari warga karena enggak di angkat sampahnya. Tapi saya cuma bilang ada kendala karena truk sampah enggak bisa buang sampah ke Bantargebang. Ada juga yang enggak ngerti setelah dijelasin, saya cuma nyuruh dia baca berita pasti ada berita tentang demo tersebut," lanjutnya.
Sudah lama bekerja di Dinas Kebersihan membuatnya tahu persis bagaimana kondisi Bantargebang kini. "Dulu 2013 Bantargebang memiliki daratan dan pagar tetapi ketika dia kembali ke Bantargebang tahun 2013, dia hanya melihat sampah yang menggunung di kanan kiri jalan."
Baca juga:
Sejak dihadang, setiap malam antrean truk sampah Jakarta capai 8 KM
Ribut soal sampah, saatnya Ahok gantungkan nasib dengan Bantargebang
Merugi alasan PT NOEI tak bisa penuhi janji soal TPST Bantargebang
Polemik sampah, warga Bekasi sarankan Ahok cium dulu tanah Bekasi
Warga Cileungsi izinkan truk sampah melintas asal jangan berceceran
Dinas Kebersihan DKI tarik truk sampah yang diblokir di Cileungsi
Ragukan Dinas Kebersihan, DPRD DKI bilang 'ngangkut aja enggak bisa'