Sejak dihadang, setiap malam antrean truk sampah Jakarta capai 8 KM
Merdeka.com - Sejak diputuskan tak boleh melintas pada siang hari di jalur Transyogi, Cibubur, Kabupaten Bogor, antrean panjang terjadi setiap malam di jalur menuju TPST Bantargebang, Kota Bekasi.
Warga di Jalan Raya Siliwangi, Ardi (30), menjelaskan antrean truk-truk berisi sampah yang diproduksi warga Jakarta mengular hingga ke jalan utama.
"Ekor antrean hingga di kilometer 7 Jalan Raya Siliwangi atau simpang Cipendawa," katanya kepada merdeka.com, Kamis (5/11).
Menurut dia, titik antrean dimulai dari timbangan di TPST Bantargebang. Antrean kata dia, dimulai pukul 21.00 WIB, dan berakhir pada pagi hari atau sekitar pukul 05.00 WIB.

Kasi Humas Polsek Bantargebang, Ipda Wasidi mengatakan, antrean panjang di jalan utama tak mengganggu arus lalu lintas. Soalnya, pada malam hari jalur itu cenderung sepi.
"Aktivitas masyarakat dan industri lebih banyak pada siang hari," katanya.
Ia mengakui, kalau antrean panjang tersebut dampak dari dibatasinya jam operasional truk sampah yang melintas di jalur Transyogi. "Tidak ada penghadangan, itu karena antrean masuk ke TPST," katanya.
Menurut dia, antrean mengular ke jalur Bekasi karena mayoritas truk sampah keluar dari Tol Bekasi Barat-Jalan Ahmad Yani-Siliwangi-TPST Bantargebang. "Sebetulnya lebih dekat lewat Bekasi Barat, dibanding Transyogi. Makanya sopir banyak yang melintas di Bekasi Barat," kata dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya