Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Cileungsi izinkan truk sampah melintas asal jangan berceceran

Warga Cileungsi izinkan truk sampah melintas asal jangan berceceran Warga Cileungsi tolak sampah DKI. ©2015 merdeka.com/hana adi

Merdeka.com - Ketua LSM Penjara (Penjaga Aparatur Negara) Bogor, Romi Sikumbang, menyebut Pemprov DKI melanggar jam operasional pengoperasian truk sampah. Ia menyebut jam operasional truk sampah DKI seperti tidak ada aturannya.

"Pemprov DKI melanggar rute jam operasional sampah. Mereka kirim pagi, siang, sore, malam, seolah-olah enggak ada aturannya. Menurut mereka, jam operasional mereka dari pukul 21.00 sampai dengan pukul 04.00 WIB," kata Romi kepada merdeka.com di Prapatan Cileungsi, Cileungsi, Bogor, Senin (2/10).

Lebih lanjut, Romi mengatakan, sebenarnya masyarakat Cileungsi mengizinkan truk sampah melintas, asal dengan kendaraan yang layak.

"Sebenarnya kita boleh-bolehin aja, asal dengan kendaraan yang layak. Ini sampah netes di jalan, jatuh, bau," paparnya.

Di sisi lain, Romi menyebut jika ada pelanggaran dalam perjanjian pembuangan sampah ke Bantargebang.

"Perjanjian di Pemkab Bekasi itu 5.000 ton per hari, tapi ini 7.000 ton per hari. Dari informasi sih kalau enggak salah harga per ton untuk buang sampah itu 114.000/ton," jelasnya.

Romi bersama Tokoh Masyarakat di Cileungsi berharap nantinya jangan sampai ada yang melewati Cileungsi lagi. Kecuali ada penawaran yang bermanfaat untuk Cileungsi.

"Seterusnya jangan sampai ada yang lewat Cileungsi lagi. Tapi kalau ada penawaran yang bermanfaat untuk warga Cileungsi, kita Izinkan. Tapi Pemkab Bogor juga harus berkontribusi," tutupnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP