Rumah dibobol maling, tukang sapu curhat HP pemberian Ahok hilang
Tuti mengaku merasa bersalah atas hilangnya ponsel itu. Sebab, dia merasa terbebani.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat memberikan handphone atau ponsel kepada Maryati, pekerja harian lepas di Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Pusat. Belum genap sebulan ponsel itu di genggaman, pemberian Ahok itu hilang.
Ponsel merek Samsung Galaxy J5 hilang dicuri orang saat Maryati bekerja. Padahal ponsel tersebut diberikan agar dia bisa mendokumentasikan aksi pendemo yang merusak taman.
Tuti, sapaan akrabnya, menceritakan hilangnya ponsel pemberian Ahok. Itu terjadi sekitar 5 April 2016, lalu. Kala itu, ponsel pemberian Ahok ditinggal di rumahnya. Usai bekerja, Tuti syok mendapati pintu rumahnya sudah dijebol, dan barang yang hilang hanya ponsel pemberian Ahok.
"Handphone dari Pak Ahok hilang. Bulan ini hilangnya, kalau enggak salah tanggal 5 April kemarin. Di maling. Jadi pas pulang, rumah sudah dijebol. Kan di sana enggak ada barang berharga selain handphone. jadi hilang itu dari pak Ahok," cerita Tuti di taman depan Balaikota DKI Jakarta, Rabu (20/4).
Dia mengaku merasa bersalah atas hilangnya ponsel itu. Dalam benaknya, tidak pernah terbesit untuk meminta ganti dari mantan Bupati Belitung Timur itu. Justru dirinya merasa terbebani dengan hilangnya ponsel dari Ahok.
"Ya sekarang, pakai handphone yang dikasih sama anak ajalah," terangnya.
Baca juga:
Kisah Tuti saat mengusir para pendemo yang injak-injak tanaman
Ketemu Ahok, Tuti curhat soal motornya dicuri di depan Balai Kota
Tuti: Gubernur dulu nggak mau ketemu rakyat kecil
Tuti sempat takut ketemu karena Ahok sering ngomel di TV