Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tuti: Gubernur dulu nggak mau ketemu rakyat kecil

Tuti: Gubernur dulu nggak mau ketemu rakyat kecil Tuti dan handphone pemberian Ahok. ©2016 merdeka.com/raynaldo ghifari

Merdeka.com - Maryati alias Tuti (54), Pekerja Harian Lepas (PHL) dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, diberi hadiah dari Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok, sempat takut. Kata Tuti, ketakutan tersebut lantaran dirinya tiba-tiba dipanggil oleh orang nomor satu di DKI Jakarta.

"Saya dibilang sama polisi sama satpam katanya dicariin ibu, saya bilang kenapa? Saya dibilang bapak nyarin kamu, ada apa pak salah saya? Ibu masuk internet kan, ngapain saya masuk intenet pak? Ibu berantem kan sama demo? Pak Ahok bilang, Ahok mau terima kasih sama ibu sudah usir-usirin pendemo," jelasnya ketika ditemui merdeka.com di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (23/3).

"Selama ini nggak pernah ketemu gubenur, gubenur dulu nggak mau ketemu rakyat kecil, baru ini mau gubenur ketemu," tambahnya.

Ketika ketemu, kata Tuti, Ahok menanyakan kenapa dirinya marah-marah sama pendemo.

"Saya dikencingin, rumput mati 7 karung, diinjek-injek pak. Lalu ibu apain? Saya ketok pake gagang sapu," ujarnya.

Atas keberaniannya, dirinya dikasih hadiah berupa handphone. Hal tersebut, lanjutnya, agar bisa memberikan laporan langsung kepada Ahok agar bila ada kejadian tersebut langsung dilaporkan.

"Saya ditanya punya hp? Punya tapi ditaro di tas, lain kali kalo ada yang injek-injek lagi potret ya bu," pungkasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP