Kisah Tuti saat mengusir para pendemo yang injak-injak tanaman
Merdeka.com - Hari ini akan tidak akan dilupakan Maryati alias Tuti (54). Tuti adalah pekerja harian lepas (PHL) Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta yang mendapat pujian, jamuan makan siang hingga ponsel dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Ahok sapaan akrab Basuki kagum dengan keberanian Tuti yang berani memarahi dan mengusir pendemo supir taksi yang kedapatan menginjak-injak sehingga merusak taman di depan Balai Kota pada (22/3) kemarin.
Tuti pun mengumbar senyum sumringah saat Ahok memberinya ponsel bermerek Samsung Galaxy J5 dan mengundangnya makan siang. Setelah mendapat ponsel, Ibu tiga anak ini pun langsung kembali melanjutkan kerjanya membereskan dan mempercantik taman di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan.
Untuk merawat taman di Jalan Medan Merdeka, dia mengaku bekerja dengan dengan dua teman laki-laki. Satu laki-laki memotong rumput dengan mesin dan yang lainnya menyapu taman dan jalan seperti dirinya.
Tuti pun menceritakan aksi nekat memarahi pendemo lantaran perbuatan mereka sudah di luar batas. Bayangkan, selain menginjak-injak tanaman yang sudah susah payah ia rawat, para pendemo membuang sampah hingga mengencingi tanam-tanaman tersebut.
Sayangnya, saat itu rekan sesama PHL Tuti yang pria takut untuk menegur khawatir akan dikeroyok. Wajar, sebab saat demo berlangsung kondisi depan kantor Ahok itu penuh sesak dari jalan hingga berkumpul di taman. Geram melihat ulah pendemo, Tuti secara tegas memarahi dan memukul mereka dengan sapu.
"Enggak ada yg berani. Yang lain laki-laki takut dikeroyok. Kalau saya kan ibu-ibu segen mereka. Kalau enggak saya dorong pakai sapu. Pas ada yang buang air kecil di pojok juga saya bentak, saya getok pakai sapu saja," kata Tuti di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (23/3).
Setelah diberi ponsel, Tuti pun diminta oleh Ahok untuk memotret oknum perusak taman. Dan dia mengaku dengan senang hati melakukannya.
"Nginjek, buang air kecil, buang sampah makanan sudah saja dilempar pas ngeriung-riung. Puntung rokok apa segala. Dulu banyak tukang madura. Tapi sekarang alhamdulillah lah. Sejak Ahok kuasa tukang dagang enggak begitu," terang warga Pondok Gede, Bekasi ini. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya