Plt Gubernur DKI segera sahkan pergub saber pungli
Terbongkarnya aksi pungutan liar (pungli) di Kementerian Perhubungan membuat pelbagai lembaga negara dan daerah membentuk tim khusus. Jakarta juga tak mau ketinggalan, tim yang diberi nama sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) ini disebut sebagai wujud keseriusan Pemerintah Provinsi dalam memberantas pungli.
Terbongkarnya aksi pungutan liar (pungli) di Kementerian Perhubungan membuat pelbagai lembaga negara dan daerah membentuk tim khusus. Jakarta juga tak mau ketinggalan, tim yang diberi nama sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) ini disebut sebagai wujud keseriusan Pemerintah Provinsi dalam memberantas pungli.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menyatakan akan membersihkan pungli dalam sistem pemerintahan.
"Dalam waktu dekat akan disusun peraturan gubernur untuk pembentukan tim tersebut," kata Sumarsono, di Balai Kota, Senin (14/11).
Menurut Sumarsono, saat ini, tim pengawasan sedang disusun di bawah komando Inspektorat DKI Jakarta. Ketika turun ke lapangan, mereka bisa mengambil tindakan dan menjatuhkan sanksi bagi pelaku pungli.
"Nanti harus ada laporannya berapa kasus termasuk berapa banyak yang tertangkap melakukan pungutan liar di pemerintahan. Kita mau timnya tidak perlu banyak tapi operasi di lapangan nanti tim bergerak secara rahasia," jelasnya.
Sumarsono menyatakan akan segera merealisasikan tim saber pungli ini. Di dalamnya akan terdapat unsur gabungan dari TNI, kejaksaan, PNS hingga jaringan intelijen.
"Saya sudah rapimkan kemarin. Dan dalam 1-2 hari ini kita akan realisasikan saber pungli. Segera pergub saya teken, terdiri dari unsur polisi, unsur TNI juga ada, kejaksaan, pemprov dan ada jaringan intelijen yang silent movement," kata Sumarsono, Selasa (15/11)
Nantinya tim saber pungli ini akan melihat penyimpangan yang terjadi di lapangan tidak hanya pelayanan publik, tapi juga perizinan, dan termasuk parkir liar.
Baca juga:
Uji coba layanan darurat 112, Sumarsono telepon & menyamar jadi Agus
Politikus NasDem puji cara kerja Plt Gubernur
Ogah tiru Ahok, Plt Gubernur DKI pilih salurkan bantuan pakai sistem
Plt soal penistaan agama: Murni kasus individu Pak Ahok, DKI netral
Pengaduan warga DKI, dari PNS politik sampai mau bunuh diri