Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengaduan warga DKI, dari PNS politik sampai mau bunuh diri

Pengaduan warga DKI, dari PNS politik sampai mau bunuh diri Plt Gubernur DKI Sumarsono. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Sudah dua pekan terakhir Sumarsono menjalani tugas baru sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta. Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini ditunjuk Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk mengisi kekosongan kursi Gubernur DKI yang ditinggalkan Basuki Tjahaja Purnama karena cuti untuk menjalani masa kampanye Pilkada DKI.

Selama menggantikan posisi Ahok, Sumarsono dihadapkan pada segudang persoalan. Tidak hanya persoalan yang berhubungan dengan hajat hidup warga ibu kota tapi juga persoalan yang berkaitan dengan panasnya politik ibu kota jelang pilkada. Salah satu cara untuk mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat, Sumarsono masih melanjutkan kebiasaan gubernur DKI menerima pengaduan masyarakat secara langsung di kantornya. Bagi warga yang ingin mengadukan masalahnya, Sony menyiapkan waktu hingga pukul 10.00 WIB setiap harinya.

Tidak hanya itu, dia juga membuka layanan pengaduan melalui pesan singkat (SMS) dan telepon. Dia berjanji bakal langsung merespon pengaduan yang masuk.

"Direct interaction saya terima, lain-lainnya bisa komunikasi lewat handphone, asalkan bukan telepon, tapi kalau SMS apa saja saya open, WA nomor bisa di-share kepada siapa saja. Selama positif. Nanti saya berikan saluran handphone yang bisa di-share ke publik nanti saya jawab sendirian," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/10).

Hari pertama berkantor di balai kota, Sumarsono tidak menemukan satu pun warga yang mengadukan permasalahan yang dihadapi. Dia sempat menunggu warga di depan kantornya, namun tak satu pun terlihat. Hari kedua bertugas, pria yang akrab disapa Sony ini sudah tiba di kantor sejak pukul 06.30 WIB. Ada satu warga yang datang dan mengadukan persoalannya. Keduanya duduk di pendopo depan Balai Kota.

Beberapa hari setelah itu, Sony mulai menerima pengaduan yang masuk ke telepon genggamnya. Dia mengaku mendapatkan dua SMS pengaduan tanpa identitas. Isinya tentang pengaduan adanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berpolitik.

"Ada SMS saja ada satu sampai dua SMS tapi tanpa bukti tanpa indikasi siapa yang melakukan dan di mana dilakukannya. Jadi kita tidak bisa melakukan tindakan," kata Sumarsono di Balai Kota, Selasa (1/11).

Dia tidak bisa langsung menindak lantaran minimal harus ada dua bukti yang menegaskan adanya keterlibatan PNS dalam politik. "Selama ada bukti, minimum dua bukti konkret nanti kita akan BAP. Kita berikan sanksi," tegasnya.

Persoalan yang menyapa Sony juga datang dari netizen. Ada warga DKI yang menuliskan pengalaman kurang menyenangkan ketika berbelanja di kawasan Tanah Abang. Tukang parkir liar yang beberapa kali ditertibkan Pemprov DKI kembali marak. Sekali parkir warga diminta bayaran Rp 30.000. Persoalan ini membuat Sony geram. DIa langsung memerintahkan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta melakukan pengecekan terhadap lahan parkir di seluruh ibu kota. Jika tidak sesuai aturan, maka lahan parkir tersebut akan ditertibkan demi ketertiban umum.

"Saya sudah perintahkan Dishub untuk melakukan pengecekan di seluruh lokasi parkir, terutama yang berada di sekitar Tanah Abang. Jika terbukti liar dan di luar aturan akan segera ditertibkan," kata Sony di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/11).

Dari sekian banyak persoalan yang dihadapi Sony, ada satu pengaduan warga yang membuatnya kaget. Yaitu saat Sony menerima pengaduan dari warga yang berniat bunuh diri.

"Ada pengaduan yang datang sama saya, bilangnya saya mohon izin pada Bapak Plt Gubernur untuk bunuh diri," cerita Soni di Balai Kota, Senin (13/11).

Meski tidak berhubungan dengan pelayanan dan fasilitas publik, sebagai pemimpin warganya dia berusaha memberikan solusi dan nasihat spiritual kepada warga yang diketahui tinggal di wilayah Kelapa Gading.

"Yang minta izin buat bunuh diri itu saya berikan nasihat spiritual. Kadang kala Plt Gubernur juga harus bisa menjadi penasihat spiritual gitu ya. Akhirnya saya bilang 'bunuh diri itu dibenci oleh Tuhan dan masih ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah, banyak jalan menuju Roma begitu'," tuturnya.

Dalam kondisi itu, dia harus beralih tugas menjadi ustaz dadakan dengan memberi solusi yang bisa dipahami warga.

"Ya akhirnya memakan waktu saya dan saya yang bukan ustaz mendadak jadi ustaz toh. Saya berikan nasihat tapi kayaknya sudah ada solusi setelah diberikan gambaran jika sedang terbelit masalah keuangan ya harus kerja cari uang atau bisa meminjam uang yang sifatnya kredit gitu ya," jelasnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP