PKL jualan di trotoar Melawai, Sandiaga sebut kesalahan Pemprov DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno mengakui hal itu adalah kesalahan Pemprov DKI, bukan PKL. Sebelumnya para PKL ini berjualan di dalam gedung yang ada di sekitar wilayah tersebut. Karena sepi pembeli, mereka akhirnya keluar dan menempati trotoar.
Puluhan PKL di wilayah Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berjualan di trotoar. Padahal trotoar seharusnya menjadi hak pejalan kaki.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno mengakui hal itu adalah kesalahan Pemprov DKI, bukan PKL. Sebelumnya para PKL ini berjualan di dalam gedung yang ada di sekitar wilayah tersebut. Karena sepi pembeli, mereka akhirnya keluar dan menempati trotoar.
"Jadi permasalahannya itu adalah ketidakmampuan kita, Pemprov, untuk mewajibkan gedung-gedung tersebut menghadirkan lokasi untuk pedagang kecil. Itu permasalahannya. Kita buka-bukaan aja. Bukan salahnya PKL. Salahnya Pemprov, salahnya pemilik gedung," katanya di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/3).
Sandi juga mengaku memiliki gedung di sekitar Melawai. Dia akan mengajak para pengelola gedung untuk bicara membahas solusi bagi para PKL.
"Bagaimana kita bisa menghadirkan solusi itu. Karena mereka lahir, ada di situ diakibatkan ada permintaannya. Tidak mungkin serta merta mereka ada di situ. Pasti ada yang minta. Nanti OK OCE akan turun. Kasih pelatihan-pelatihannya, nanti lahannya juga dicarikan lokasi binaannya," paparnya.
Saat ini ada beberapa opsi dari Dinas UMKM untuk mengakomodir 75 pedagang yang terdata. "Tapi kita perlu pembicaraan lebih mendalam. Hari ini mereka memulai pelatihan OK OCE di kecamatan Kebayoran Baru," ujarnya.
Dia ingin 75 PKL ini kembali ditampung di dalam gedung-gedung dimana mereka berada sebelumnya. "Saya sih inginnya mereka ditampung di dalam gedungnya masing-masing. Gedung PLN kemarin kita sudah dapat datanya hanya punya 300 kursi. Sementara yang bekerja di sana 2.000 dan pengunjungnya mungkin 5.000. Jadi 7.000 kalau hanya 300 kursi tidak cukup," jelasnya.
Selama ini tempat berjualan di dalam gedung itu kosong. Penyebabnya harga yang tidak bersaing. "Sementara kalau berjualan di luar, bersaing," ujarnya.
Hal itulah yang menyebabkan para pedagang keluar dan menempati trotoar. "Akhirnya timbul pedagang di luar yang bisa mengerti untuk mensuplai makanan pagi, makanan siang, maupun kebutuhan dari warga sekitar situ," ujarnya.
Baca juga:
Alasan Sandi bolehkan PKL jualan di trotoar Melawai & kritikan DPRD DKI
Sandiaga sebut 75 PKL di Melawai sudah daftar OK OCE
Anies ingin penataan Tanah Abang jadi solusi jangka panjang
Aparat sterilkan jalur KRL Grogol dari bangunan liar
Anies-Sandi diminta perhatikan pejalan kaki dan tata PKL
Dishub DKI tak bisa penuhi rekomendasi Ditlantas Polda Jaya buka Jalan Jati Baru
Soal penataan Tanah Abang, Sandiaga klaim keberpihakan pada rakyat kecil dipuji