Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Anies-Sandi diminta perhatikan pejalan kaki dan tata PKL

Anies-Sandi diminta perhatikan pejalan kaki dan tata PKL Satpol PP tertibkan PKL Tanah Abang. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Sereida Tambunan mengkritisi makin maraknya pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Untuk itu, dia mengharapkan, Pemprov DKI perlu mengintensifkan penindakan terhadap pelanggar trotoar.

Sereida mengatakan, penertiban tersebut perlu dilakukan. Alasannya karena pejalan kaki juga mempunyai hak dalam merasakan pembangunan. Dalam hal ini trotoar.

"Kaki lima dan pejalan kaki harus dimanusiakan dengan memberikan tempat yang memang selayaknya," katanya di DPRD DKI Jakarta, Selasa (20/2).

Politisi PDIP ini menjelaskan, dalam dua tahun terakhir perbaikan trotoar telah dilakukan secara massif. Tahun lalu anggaran sebesar Rp 412 miliar digelontorkan untuk perbaikan sarana tersebut dalam APBD DKI 2017.

Uang rakyat tersebut digunakan untuk menjadi trotoar yang ideal untuk pejalan kaki. Yakni memiliki lebar 1,5 meter dan dilengkapi ubin pemandu penyandang disabilitas yang biasanya berwarna kuning, dan harus dilengkapi penerangan, kursi, serta tanaman.

"Revitalisasi trotoar itu untuk memuliakan pejalan kaki, bukan memfasilitasi Kaki-5 ataupun parkir liar," tegas Sereida.

Selain itu, aktivis koalisi pejalan kaki, Ahmad Safrudin mengatakan, apa yang terjadi terhadap trotoar saat ini lantaran lemahnya pengawasan dan tidak adanya tindakan dari aparat Pemprov DKI.

"Apa yang terjadi di trotoar Jakarta saat ini merupakan sindrom dari Kaki-5 Tanah Abang. Mereka seakan diberi angin segar untuk berjualan dimana saja. Termasuk di luar Tanah Abang sendiri. Terbukti dengan maraknya pedagang di hampir seluruh trotoar Jakarta," jelasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP