Pj Gubernur Jakarta Klaim Cek Kesehatan Gratis Tak Ganggu Efisiensi Anggaran Prabowo
Program cek kesehatan gratis (CKG) di Jakarta saat ini menggunakan perlengkapan bahan medis habis pakai.
Program cek kesehatan gratis milik pemerintah pusat bagi masyarakat yang berulang tahun resmi dimulai Senin (10/2). Di Jakarta, penerapan program ini diklaim tak mengganggu pelaksanaan efisiensi anggaran yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi, program cek kesehatan gratis (CKG) yang saat ini berjalan menggunakan perlengkapan bahan medis habis pakai.
"Kan nanti dengan APBN. Tapi untuk saat ini, kita masih menggunakan persediaan bahan medis habis pakai," kata Teguh ditemui di Unit Kesehatan Masyarakat (UKM) Jati Dua, Jakarta Timur, Senin (10/2).
Tak Ada Penambahan Tenaga Medis
Selain itu, lanjut Teguh, sejauh ini juga tak ada penambahan tenaga medis untuk program cek kesehatan gratis di Jakarta. Sehingga, keberadaan tenaga medis pun tak berpengaruh terhadap efisiensi anggaran.
"Kita siap, sementara untuk kerjanya kan memang petugas medis itu salah satu tugas perannya memang melayani masyarakat, skrining, jadi tidak ada (penambahan tenaga medis)," ucap Teguh.
Sementara itu, sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) soal efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 2 Tahun 2025.
Selanjutnya, ujar Teguh, Ingub tersebut akan disampaikan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Pramono Anung-Rano Karno. Dia bilang, eksekusi Ingub itu akan diserahkan kepada Pramono-Rano.
"Biarlah nanti Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur terpilih yang akan memetakan konkretnya, kemudian mengeksekusinya, apakah ini efisiensi atau bentuk realokasi untuk program-program strategis dari gubernur dan wakil gubernur yang mungkin belum teranggarkan," kata dia.