Pemprov DKI Masih Susun Biaya Tipping Fee ITF Sunter
Untuk diketahui, ITF Sunter diharapkan jadi alternatif tempat pengolahan sampah selain Bantargebang, Bekasi. ITF Sunter ditargetkan bisa mengolah 2.200 ton sampah di DKI per hari.
Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan formula untuk menentukan biaya tipping fee ke investor Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter. Salah satunya dengan melibatkan konsultan dan spesialis di bidang tersebut.
"Meskipun ini bukan sebuah proyek yang berorientasi keuntungan (profit-oriented project), tapi kita berkeinginan agar terjadi keseimbangan antara biaya pengolahan sampah di satu sisi, kemudian di sisi lain ada pemasukan sehingga menarik bagi mereka yang mau terlibat di tempat ini sebagai investasi supaya tetap menguntungkan," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/7).
Selain itu, terkait dengan harga jual ke PLN, Anies menjelaskan masih dalam tahap finalisasi. Namun, hal tersebut juga memiliki batasan yang diatur dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018.
"Di Perpres itu diatur bahwa harga jual listrik ke PLN itu pada angka 11,8 sen per KWH. Jadi angka itu sudah ada rujukan dari Perpresnya," jelas Anies.
"Jadi kami akan ketemu formula tipping fee ada beberapa, setelah itu kita pilih," kata Anies.
Untuk diketahui, ITF Sunter diharapkan jadi alternatif tempat pengolahan sampah selain Bantargebang, Bekasi. ITF Sunter ditargetkan bisa mengolah 2.200 ton sampah di DKI per hari.
Reporter: Ratu Annissa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Fraksi PDIP, PAN dan Gerindra Setuju Anies Revisi Perda Pengelolaan Sampah
Kebut Proyek ITF, Anies Gabungkan Dinas Lingkungan Hidup dan Energi
Pemprov DKI Akan Bangun Pusat Studi Persampahan di Bantargebang
Gunakan Cara Manual, Pekerja UPK Badan Air Bersihkan Kali Cideng
Penjelasan Lengkap Masuknya 5 Kontainer Sampah Asal AS ke Indonesia
Indonesia Kembalikan 5 Kontainer Sampah ke Amerika Serikat
Pemprov DKI Akan Kelola Sampah Basah Jadi Pakan Ternak