Pemprov DKI larang peredaran petasan karena jadi pemicu tawuran
"Karena keributan, tawuran itu sering terjadi gara-gara mercon," kata Djarot.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menerbitkan peraturan yang mengatur pelarangan peredaran petasan di ibukota. Alasannya karena mercon menjadi salah satu penyebab perseteruan bahkan bisa menjadi pemicu tawuran antar warga.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, pembuatan aturan ini berdasarkan tragedi tawuran yang terjadi di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur kemarin, Senin (6/6). Kejadian itu menyebabkan terbakarnya satu ruko.
"Pesan saya, warga di lingkungan Menteng Atas supaya bisa melarang anak-anak main mercon. Karena keributan, tawuran itu sering terjadi gara-gara mercon," katanya dalam sambutan buka bersama di Masjid Al-Falah, Menteng Atas, Jakarta Selatan, Selasa (7/6).
Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, masyarakat kelas menengah bawah sangat mudah terprovokasi karena hal kecil, salah satunya akibat petasan. Untuk itu, dia meminta seluruh warga menjaga ketertiban dan ketentraman.
"Makanya harus saling menjaga kedamaian. Kalau sekedar kita menahan lapar dan dahaga, mohon maaf, anak saya umur 10 tahun pun sebulan penuh dia puasa," tutupnya.
Baca juga:
Main petasan di Jembatan Ampera, 2 ABG dihukum push up polisi
Petasan meledak sebelum dilempar, tangan bocah nyaris diamputasi
Bahan mercon meledak, perajin kritis dan rumahnya hancur
Polisi menggerebek gudang petasan di Bekasi, pemilik diamankan