Pemprov DKI Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka
Momon menuturkan, jika saat proses persiapan masih didapati kekurangan standar untuk sekolah luring di masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan akan menunda aktivitas sekolah tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah memberikan pelatihan terhadap sekitar 100 sekolah jelang pelaksanaan sekolah tatap muka yang direncanakan dimulai pada Rabu (7/4). Pada uji coba nanti, tidak semua kelas bisa menghadiri sekolah luring secara bersamaan.
Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan, ada jeda satu hari bagi jenjang SD-SMA untuk belajar di kelas.
"Teknisnya, Senin misalnya kalau jenjang SD untuk kelas 4, SMP kelas 7 SMA kelas 10. Kemudian Selasa didesinfektan. Hari Rabu kelas 5 SD, untuk SMP kelas 8, dan SMA kelas 11," katanya di Jakarta, Senin (5/4).
Kemudian pada Kamis (8/4), semua jenjang kembali belajar daring karena proses desinfektan di setiap kelas. Pada Jumat, untuk kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA melaksanakan belajar di kelas.
Sementara dari uji coba tersebut, Taga menuturkan kelas PAUD, TK, Kelas 1-3 SD masih diputuskan untuk tetap belajar di rumah.
"PAUD, TK, SD kelas 1 2 3 itu belajar di rumah," imbuhnya.
Diketahui Dinas Pendidikan DKI Jakarta mencoba melakukan sekolah luring atau tatap muka pada Rabu 7 April. Saat ini ada 100 calon sekolah mulai menerapkan uji coba pertama tahap pertama ini.
Jumlah ini meliputi sekolah swasta dan negeri untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kabid Sekolah Dasar dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Momon Sulaeman mengatakan, jumlah sekolah uji coba tatap muka masih bersifat dinamis.
"Direncanakan 7 April, ada tadi kan 100. selama ini calonnya ada 100, tapi dalam perkembangannya masih ada beberapa yang harus dilalui seperti pelatihan, kemudian kesiapan-kesiapan di sekolahnya. bisa saja pada kenyataannya kurang dari 100 sekolah," ujar Momon saat dikonfirmasi, Rabu (31/3).
Momon menuturkan, jika saat proses persiapan masih didapati kekurangan standar untuk sekolah luring di masa pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan akan menunda aktivitas sekolah tersebut.
Dia menjelaskan, sekolah-sekolah di Jakarta pada Februari mendaftar ke Dinas Pendidikan agar diizinkan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
Setelah pendaftaran, sekolah akan dinilai kesiapan sarana serta fasilitas upaya pencegahan penularan Covid-19.
"Kalau misal ada yang memenuhi kriteria lagi ya enggak menutup kemungkinan nanti akan dibuka lagi, di luar 100 itu. Tergantung perkembangan Covid dan kriteria yang mereka isi di asesmennya."
Baca juga:
Pembelajaran Tatap Muka, Siswa SMK di Semarang Dilarang Naik Angkutan Umum ke Sekolah
Pemerintah Diminta Vaksinasi Seluruh Guru Sebelum Pembelajaran Tatap Muka
Drive in Learning, Konsep Pembelajaran di Ruang Terbuka
Anies: Guru Harus Sudah Vaksinasi Covid-19 Sebelum Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Uji Coba Belajar Tatap Muka di Jateng, Gubernur Ganjar Minta Guru Harus Disiplin