Pemerintah Diminta Vaksinasi Seluruh Guru Sebelum Pembelajaran Tatap Muka
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyarankan pemerintah memvaksin seluruh guru sebelum diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM). Menurut Fikri, persoalan vaksinasi bagi guru yang belum menyeluruh menjadi kendala utama diberlakukannya PTM.
"Makanya sekarang, kita harus meminta masukan semua pemangku kepentingan pendidikan termasuk dokter anak. Lalu, kuota vaksinasi guru harus dipenuhi pemerintah," katanya di lihat di laman DPR, dikutip Senin (5/4).
Selain itu, Fikri menilai, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang ada sekarang tidak maksimal. Banyak juga siswa yang tidak memahami pelajaran. Terlebih, tak ada panutan terhadap siswa dalam persoalan pendidikan karakter selama PJJ.
"Nah, berdasarkan survei yang dilakukan sekira 60-80 persen orangtua maupun siswa di Salatiga menyetujui PTM. Tapi masalahnya vaksin, jadi kalau bisa kuota vaksin untuk guru ini jelas seperti halnya bagi TNI maupun Polri," jelas politisi PKS itu.
Dia kemudian merujuk data Balitbangbuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yaitu pada bulan Januari 2021, 63,9 persen sekolah masih melaksanakan belajar dari rumah (BDR), sebanyak 31,1 persen sekolah sudah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dikombinasikan dengan belajar dari rumah, dan baru 5,0 persen sekolah yang melakukan PTM secara penuh.
Kemudian, data menurut kondisi wilayah dan jenis satuan pendidikan, menunjukan bahwa di daerah tertinggal 40,7 persen sekolah masih melaksanakan BDR, 43,3 persen sekolah mengkombinasikan PTM-BDR, dan 16,1 persen sekolah melakukan PTM. Daerah nontertinggal, 64,8 persen sekolah masih melakukan BDR, 30,6 persen sekolah mengkombinasikan PTM-BDR dan 4,6 persen sekolah yang sudah melaksanakan PTM.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya