Anies: Guru Harus Sudah Vaksinasi Covid-19 Sebelum Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Kendati begitu, dia mengaku tidak mengetahui secara detail jumlah guru yang sudah disuntik vaksin Covid-19. Selain itu, Pemprov DKI akan memberikan penjelasan detail mengenai rencana uji coba pembelajaran tatap muka.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Anies: Guru Harus Sudah Vaksinasi Covid-19 Sebelum Uji Coba Sekolah Tatap Muka
Anies Baswedan Rayakan Hari Air Sedunia. ©2021 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan guru-guru harus sudah melakukan vaksinasi sebelum uji coba pembelajaran sekolah tatap muka. Rencananya uji coba tersebut dilakukan mulai Rabu (7/4) di sejumlah sekolah.

"Beberapa waktu ke depan kita akan melakukan uji coba sekolah. Jadi dalam pembicaraan kita mengenai uji coba sekolah itu, gurunya sudah vaksinasi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (5/4).

Kendati begitu, dia mengaku tidak mengetahui secara detail jumlah guru yang sudah disuntik vaksin Covid-19. Selain itu, Pemprov DKI akan memberikan penjelasan detail mengenai rencana uji coba pembelajaran tatap muka.

"Nanti kami akan berikan penjelasan lengkap soal itu (pembelajaran tatap muka)," ujarnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengungkapkan, Pemprov DKI telah melakukan rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak terkait rencana pelaksanaan uji coba tersebut. Selain sejumlah informasi akan segera disampaikan.

"Sama data-data sekolah-sekolahnya biar enggak parsial," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan sebanyak 96 sekolah yang akan mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka pada Rabu (7/4).

Kata dia, puluhan sekolah tersebut terdiri dari SD hingga SMA yang tersebar di wilayah Ibu Kota.

"Uji coba pembelajaran campuran online dan offline selama dua bulan ke depan insyaallah kurang lebih ada 96 sekolah," kata Riza di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (31/3).

Lanjut dia, saat pelaksanaan uji coba itu nantinya setiap sekolah akan dipantau. Yakni untuk mengidentifikasi efektifitas dan keamanannya.

"Nanti tentu dibatasi jam kantor, jam kerja sekolahnya, harinya, kapasitas dibatasi, semuanya sesuai dengan protokol kesehatan," jelas dia.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi