Pemprov DKI Akan Data Fakir Miskin dan Warga Tak Mampu, Begini Caranya
Keuntungan mendaftarkan data DTKS pada tautan tersebut adalah peserta nantinya akan dimasukkan dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos) pemenuhan kebutuhan dasar, baik yang bersumber anggaran penerimaan belanja negara (APBN) maupun anggaran penerimaan belanja daerah (APBD).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendata fakir miskin dan orang tidak mampu secara daring. Melalui sistem yang dimiliki Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos) Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Pendataan ini akan dimulai 7 Juni 2021.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, data ini termasuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang harus didaftarkan oleh peserta secara langsung dengan mengakses tautan fmotm.jakarta.go.id mulai Senin (7/6) sampai Jumat (25/6) mendatang.
"Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta kembali membuka pendaftaran DTKS melalui sistem FMOTM yang akan dilaksanakan secara online pada tanggal 7-25 Juni 2021," kata Anies dalam keterangan foto pada akun media sosial aniesbaswedan, yang dilihat di Jakarta, Minggu (6/6). Seperti dilansir Antara.
Saat mengakses tautan fmotm.jakarta.go.id pada Minggu (6/6) pukul 14.00 WIB, muncul notifikasi berisi informasi pendaftaran yang dilakukan sebelum tanggal 7 Juni 2021 tidak akan diproses. Artinya, pendaftaran baru dibuka secara resmi mulai Senin (7/6) besok.
Keuntungan mendaftarkan data DTKS pada tautan tersebut adalah peserta nantinya akan dimasukkan dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos) pemenuhan kebutuhan dasar, baik yang bersumber anggaran penerimaan belanja negara (APBN) maupun anggaran penerimaan belanja daerah (APBD).
Bantuan-bantuan tersebut di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang bersumber dari APBN, serta Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang bersumber dari APBD.
Baca juga:
PBB: Pandemi Covid-19 Membuat 100 Juta Pekerja Jatuh ke Jurang Kemiskinan
Menteri Erick Nilai Kini Makin Mudah Menjadi Orang Kaya Berkat Digitalisasi
Dampak Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Karawang Meningkat
Akses Jalan Menuju Puskesmas Sulit, Penderita Tumor Mulut di Entikong Ditandu
Menteri Sri Mulyani: Program PEN Selamatkan 5 Juta Orang dari Kemiskinan
Kisah Perjuangan Bocah 13 Tahun Jual Gorengan Demi Nafkahi Ibu dan Kakaknya