PBB: Pandemi Covid-19 Membuat 100 Juta Pekerja Jatuh ke Jurang Kemiskinan
Merdeka.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Organisasi Buruh International kemarin mengatakan pandemi telah membuat lebih dari 100 juta pekerja di seluruh dunia jatuh ke jurang kemiskinan.
Dalam laporannya ILO juga menuturkan, krisi disebabkan pandemi ini masih jauh dari usai.
Laman France 24 melaporkan, Rabu (2/6), lapangan pekerjaan tampaknya tidak akan kembali seperti masa sebelum pandemi hingga paling cepat 2023, kata ILO.
Laporan tahunan ILO mengungkapkan hingga akhir tahun ini dunia akan kehilangan 75 juta lapangan pekerjaan karena dampak pandemi.
Pada akhir tahun depan pun dunia masih akan kekurangan sebanyak 23 juta lapangan pekerjaan.
Covid-19 bukan hanya krisis kesehatan masyarakat tapi juga krisis lapangan kerja dan krisis kemanusiaan, kata Kepala ILO Guy Ryder kepada wartawan.
"Tanpa upaya terukur untuk meningkatkan lapangan kerja yang memadai dan tanpa dukungan terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan terkena pandemi maka dampak dari krisis ini akan terus ada bersama kita selama beberapa tahun ke depan dalam bentuk hilangnya potensi manusia dan ekonomi, tingginya angka kemiskinan dan ketidakadilan."
Laporan ILO memperlihatkan tingkat pengangguran global akan mencapai 205 juta orang hingga 2022--jauh lebih tinggi dari pada 2019 di angka 187 juta.
Anjloknya lapangan pekerjaan dan jam kerja membuat pendapatan tenaga kerja berkurang drastis dan itu meningkatkan angka kemiskinan.
Dibanding 2019, ada 108 juta pekerja di seluruh dunia yang masuk kategori miskin atau sangat miskin, artinya mereka dan keluarga mereka hidup dengan USD 3,2 per hari atau hanya Rp 45.000.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya