Pemerintah bakal bangun rusunawa terpadu di Pasar Rumput
Pembangunan Rusunawa tersebut menggunakan anggaran KemenPU-Pera senilai Rp 950 miliar.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) terpadu di Pasar Rumput, Jakarta Selatan. Rusunawa tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan diharapkan mampu mengatasi permasalahan pemukiman di Jakarta.
"Ini menjadi tonggak pembangunan rusun terpadu dan akan ditindaklanjuti dengan pembangunan rusun lain, seperti di Pasar Minggu. Semoga persoalan pemukiman bisa tuntas diselesaikan," kata Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga KemenPU-Pera Mirna Amien, di Balai Kota, Selasa (8/12).
Mirna menjelaskan, pembangunan Rusunawa tersebut menggunakan anggaran KemenPU-Pera senilai Rp 950 miliar. Pembangunan menggunakan anggaran jamak dua tahun.
Rusunawa mulai dibangun 2016 dan selesai tahun 2018. Rusunawa Pasar Rumput memiliki dua tower dengan total 25 lantai dan 2.000 unit. Luas bangunan mencapai 120 ribu meter persegi.
Kesepakatan pembangunan rusunawa Pasar Rumput ?ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono yang diwakili Mirna.
"Tahun 2016, kami segera lelang pembangunan rusun Pasar Rumput. Memang selama ini kendalanya perlu ada koordinasi macam-macam, padahal desainnya sudah ada," ujarnya.
Baca juga:
86.000 Unit rusun batal dibangun, Ahok melunak ke pengembang
Ahok sebut sosialisasi perda tak perlu, Rp 1,8 T untuk bangun rusun
Ahok sebut nenek Nurhayati diusir karena sewakan rusun Rp 750 ribu
Ahok: Kalau mau enak dan tidak kebanjiran, tinggal di rumah susun