Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

86.000 Unit rusun batal dibangun, Ahok melunak ke pengembang

86.000 Unit rusun batal dibangun, Ahok melunak ke pengembang Proyek rumah susun. shutterstock

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyayangkan sikap sejumlah pengembang yang belum memenuhi kewajibannya membangun sejumlah rusun. Padahal, sesuai dengan perjanjian, mereka diwajibkan membangun 86.000 unit rusun di Jakarta.

Meski kesal, dia memutuskan tak buru-buru menagih ke pengembang. Asalkan mulai dicicil dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami akan hitung-hitung dulu berapa unit. REI (Real Estate Indonesia) sekarang juga sedang susah duit. Yah kami voor-voor-an, ditunda 1-2 tahun enggak apa-apa, tapi mesti mulai dicicil," kata Ahok, sapaan Basuki, di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (1/12).

Ahok memaklumi hal tersebut, ia mengatakan sejak dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta, kondisi perekonomian di Indonesia sedang memburuk. Sehingga, mantan Politisi Gerindra ini mengaku tak ingin terlalu memaksakan.

"Saya tahu pengembang ini punya utang 86.000 unit rusun ke DKI. Tapi pas saya jadi gubernur, perekonomian dan bisnis properti juga lagi lesu. Pengembang bingung mau balik modal saja susah dan bagaimana kewajiban bayar ke kami," tandasnya.

Meski demikian, jika proyek pembangunan rusun itu dapat terealisasi, Ahok berharap para pengembang dapat membangun rusun yang berkualitas bagi warga Jakarta. Ia menegaskan tak mau lagi melihat ada unit-unit rusun yang berada di bawah standar. Semisal, atap yang bocor atau luas tiap unit yang terlalu kecil.

"Rusun Rp 1,8 triliun paketan konsorsium yang lelang. Kita tidak mau lagi kayak dulu hancur hancuran. Kayak kandang aja bocornya gila-gilaan. Semua harus 30 m2. Tahun depan 36 m2 naik lagi 72 m2 (untuk tahun depannya)," tegas mantan Bupati Belitung Timur ini.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP