M Taufik ogah hadiri Rapim DPRD bahas pelantikan Ahok
Siang ini Ketua DPRD DKI akan menggelar rapat pimpinan bahas pelantikan Ahok.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi akan menggelar rapat pimpinan (Rapim) siang nanti. Agenda rapat ini untuk membahas rencana pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai gubernur menggantikan Joko Widodo (Jokowi).
Terkait rapat ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik mengatakan tidak akan menghadiri rapat tersebut. Alasannya karena undangan rapim hanya dilakukan secara sepihak oleh Prasetyo. Sehingga dirinya bersama partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) DKI Jakarta tidak akan hadir.
"Undangan itu harus diparaf oleh minimal dua pimpinan DPRD, yaitu wakilnya. Dan ini undangan hanya diparaf fraksi. Undangan itu kami persoalkan, karena tidak sah," jelasnya saat dihubungi, Kamis (13/11).
Walaupun tidak hadir, dirinya mempersilakan rapim tersebut terus berlangsung. Namun Taufik menegaskan, rapim tersebut bukan milik DPRD DKI Jakarta, melainkan hanya milik partai Koalisi Indonesia Hebat.
Menurutnya, DPRD DKI Jakarta jangan terlalu terburu-buru untuk mengambil keputusan mencari pengisi kekosongan jabatan gubernur DKI Jakarta. Karena jika memang sudah ada Surat Keputusan Presiden, Ahok tetap akan dilantik.
"Pelantikan itu terjadi setelah ada keputusan presiden. Pengangkatan gubernur oleh presiden bukan oleh DPRD. Saya enggak tahu kalau ada ketentuan baru pelantikan oleh DPRD. Yang melantik kan Menteri Dalam Negeri, atas nama presiden, forumnya mungkin paripurna DPRD," ujarnya.
Baca juga:
Siang ini Prasetyo kumpulkan pimpinan DPRD bahas pelantikan Ahok
Tanpa tunggu Wagub terpilih, Mendagri segera lantik Ahok
Pelantikan Ahok sebagai gubernur tak bergantung pada fatwa MA
Mendagri desak DPRD DKI segera lantik Ahok
Mendagri 'restui' Ahok jadi gubernur, Taufik tunggu fatwa MA
18 November, Ahok dilantik jadi gubernur DKI Jakarta