Kesal demo anarkis sopir taksi, Ahok bilang 'tindak semua'
Ahok terus berjanji pasang 6.000 CCTV tanpa ada realisasi.
Kericuhan demo ribuan sopir mengatasnamakan Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) di sejumlah titik ibu kota membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, meradang. Dia berjanji segera menindak semua sopir melakukan tindakan melanggar aturan.
Rencana itu telah dikoordinasikan Ahok dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto. "Kita kerja sama dengan pihak kepolisian. Sopir mana yang anarkis. Kalau tidak dipecat, ya cabut izin trayek perusahaannya. Saya sudah minta Kapolda tindak semua," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (23/2).
Sebenarnya, Ahok tidak melarang para sopir ini untuk menyampaikan aspirasi. Dia justru menyayangkan para sopir malah tidak paham aturan berpendapat di muka umum di DKI Jakarta.
"Kalau mau demo ya demo saja, saya sih santai saja. Jadi enggak boleh sembarangan injek-injek aturan di Jakarta," tegas Ahok.
Atas kejadian demo kisruh, Selasa (22/3) kemarin, mantan politisi Gerindra ini akan memperketat pengawasan dengan memasang 6.000 CCTV di sejumlah titik strategis di DKI Jakarta. Selain demi menjaga ketertiban, CCTV ini dipasang untuk memantau angkutan-angkutan yang kerap 'ngetem' dan membuat macet.
"Kita mau pasang CCTV buat yang ngetem, saya sudah meminta dua kali ngetem kendaraan yang sama, cabut trayeknya selamanya. Sampai akhir tahun bisa selesai, enggak perlu payung hukum. Orang kita yang bangun," terangnya.
Baca juga:
Soal transportasi online, Yusril sebut Ahok pemadam kebakaran
Ahok: Tak bisa tutup taksi online, mau kembali ke zaman batu?
Ahok: Saya minta para sopir taksi jangan bodoh diperalat orang
Curhat ibu sering ditolak taksi ke Ciledug karena macet
Rudiantara: Jangan benturkan transportasi online dengan konvensional
Kemenhub minta GrabCar dan taksi konvensional tak berpolemik panjang