LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Jelang lengser, Djarot keluarkan sistem e-audit untuk cegah korupsi

Djarot mengatakan banyaknya pengawasan yang dilakukan berbagai intansi menyebabkan banyak hambatan dalam bekerja. Dan ini dapat menimbulkan korupsi di lingkungan Pemprov DKI.

2017-10-05 12:34:26
Kasus korupsi
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meluncurkan sistem audit dan pengaduan secara online, yang diberi nama Sistem Informasi Pengawasan (Si Insan) dan Sistem Pengaduan Terpadu (Sipadu). Tujuan dari e-audit ini adalah untuk Meningkatkan kinerja manajemen audit dan kualitas pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintah daerah dan untuk mempermudah SKPD/UKPD mengupload dokumen atau data seluruh transaksi keuangan dan non-keuangan secara online.

Djarot mengatakan banyaknya pengawasan yang dilakukan berbagai intansi menyebabkan banyak hambatan dalam bekerja. Dan ini dapat menimbulkan korupsi di lingkungan Pemprov DKI.

"Semakin banyak pengawasan, korupsi jadi bisa terjadk. Akibatnya karna kita sbuk secara prosedural, target outcome kita terganggu padahal harusnya pelayanan masyarakat permudah layanan, perbesar ruang berinovasi, yang lain lari kenceng kita ngulet aja," katanya di Balai Kota, Kamis (5/10).

Dirinya sangat bersyukur, adanya Si Insan dan SiPadu dapat membantu pengawasan terlebih pengawasan APBD sebenar Rp 71,6 triliun. SKPD tidak pelu lagi ada tahap perencanaan, peganggaran Budgeting yang semua masih bentuk kertas. Karena selama ini dalam pengawasan terlalu banyak pihak yang melibatkan inspektur jenderal, BPK, KPK, LSM menjadi tidak efisien.

"Oleh karena itu saya sangat terima kalau ada terobosan audit si insan dan sipadu. Tolong kalau pengawasa macem-macem. Gak usah aneh-aneh. Liat ada print aja. Data kita tunggal terintegrasi, terpublikasi. Artinya transparan."

Korupsi menjadi hal yang ditakuti diakhir masa jabatanya, makanya disisa waktunya, Djarot berharap tidak ada lagi korupsi oleh anak buahnya. Korupsi hanya mempermalukan diri sendiri, Pemprov DKI, terlebih mempermalukan dirinya.

"Waktu saya tinggal 10 hari saya deg-degan lho, deg-degan betul. Jangan sampe dala. 10 hari ini eh ada yang macem-macem kena, malu saya," ungkapnya.

Untuk itu dirinya titip pesan kepada anak buahnya untuk tidak tergoda memakan uang rakyat. Untuk bekerja mensejahterahkan rakyat. "Jangan sampai anda hanya beroreansi kepada jabatan. Ketika anda melangkah di jalan yang lurus anda harus siap bahwa jalan itu adalah jalan yang sepi, berliku-liku, dan banyak godaan. Sistem yang sudah kita bangun alhamdulillah sudah baik," pungkasnya.

Baca juga:
Pemprov DKI dan KPK MoU soal pengawasan pajak harta koruptor
Transparansi anggaran, KPK ingin DKI Jakarta jadi contoh
Ada 'sosok Ahok' di hari-hari terakhir Djarot pimpin DKI Jakarta
Teken APBD-P DKI 2017, Djarot tolak permintaan DPRD
Jelang lengser, Djarot perkuat sistem anggaran buat cegah proyek 'siluman'
Kado Djarot jelang lengser buat Anies-Sandi

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.