Jelang akhir masa jabatan, Djarot mengaku kerja seperti pelari
Jelang akhir masa jabatan, Djarot mengaku kerja seperti pelari. Untuk mengejar seluruh program, Djarot bersama SKPD berjanji bekerja lebih giat lagi. Terlebih untuk menyelesaikan program-program yang masih terbengkalai.
Sisa masa jabatan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta, kurang dari satu bulan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikebut. Salah satunya terkait pembangunan rumah susun (Rusan) yang ditargetkan selesai tahun ini dan sebanyak 8.900 unit rusun pada Januari-Februari 2018.
Untuk mengejar seluruh program, Djarot bersama SKPD berjanji bekerja lebih giat lagi. Terlebih untuk menyelesaikan program-program yang masih terbengkalai.
"Termasuk juga untuk renovasi sekolah, kami kejar. Makanya ini kayak pelari ini, sprinter ini, semakin mendekati tanggal 15, itu semakin cepat, harus semakin cepat," ujarnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (25/9).
Mulai awal Oktober, akan banyak peresmian beberapa proyek yang sudah rampung. Baik di Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan lainnya. "Itu banyak yang harus kita selesaikan, Dinas Parbud. Kita kebut ini," ungkapnya.
Terkait rusun, saat ini sebanyak 11.000 warga Jakarta sudah antre untuk memiliki rusun tersebut. Kepala Dinas Perumahan Agustino diminta mendata dan menyeleksi calon penghuni rusun.
"Bagi penghuni rusun yang sudah mampu hendaknya juga memberikan kepada orang lain karena informasinya ada juga penghuni rusun yang punya mobil," katanya.
Secara konsep rusunawa hanya boleh diberikan kepada keluarga inti. "Itu akan kita perketat, dan ada juga yang memanggil saudaranya jauh masuk ke rusun, saya minta ke pak Agustino untuk mendata secara rinci penghuni rusun secara detail termasuk pendapatan dia, ini terus kita lakukan," ucapnya.
Terkait moda transportasi umum, seperti MRT juga akan dikebut. Terutama terkait pembebasan lahan yang masih terkendala. Semisal lahan di Kampung Bandan, Djarot akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman.
"Pembebasan lahan yang skala prioritas ini akan selesaikan terutama untuk MRT ada beberapa kita yang digugat dan sebagian dimenangkan penggugat makanya kita banding yang tentu MRT," katanya.
Baca juga:
Pemprov DKI dan KPK MoU soal pengawasan pajak harta koruptor
Djarot sebut banyak mobil mewah dan moge bodong di Jakarta
Djarot sebut rendahnya kesadaran warga Jakarta jaga lingkungan dan udara
Djarot tegaskan tak akan turunkan TKD PNS DKI
Pekerjaan berisiko tinggi, petugas Damkar & Satpol PP diusulkan Djarot naik gaji
Cara Djarot rayu investor berlabuh di reklamasi Jakarta