Pekerjaan berisiko tinggi, petugas Damkar & Satpol PP diusulkan Djarot naik gaji
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat tidak akan mengurangi Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk PNS Jakarta. Djarot justru berencana menaikkan TKD untuk PNS yang memiliki pekerjaan yang berisiko tinggi seperti petugas kebakaran.
Menurut Djarot petugas pemadam kebakaran bukan hanya bertaruh nyawa untuk memadamkan api, tapi juga punya misi penyelamatan. Misalnya orang di atas tower ingin bunuh diri, sampai menangkap ular, sampai memindahkan sarang lebah.
"Justru yang kami ajukan adalah pekerja kita, teman-teman kita yang bekerja dengan tingkat risiko yang sangat tinggi itu diberikan tambahan. Contohnya, pemadam kebakaran. Taruhannya nyawa," kata Djarot di Balai Kota DKI, Senin (25/9).
Kemudian, kata Djarot, yang juga layak mendapat kenaikan TKD yakni Satpol PP. Sebab, pekerjaan Satpol PP juga memiliki risiko tinggi sehingga perlu diberikan insentif. Menurut Djarot pekerjaan-pekerjaan seperti itu yang harus diberi apresiasi karena para petugas berbeda dengan dengan PNS yang bekerja di kantor seperti staf administrasi.
"Tapi yang berkaitan dengan nyawa dia maka harus diberikan TKD atau insentif," kata Djarot.
Dengan cara seperti itu, kata Djarot, sistem penggajian PNS menjadi adil. Mereka yang kerjanya luar biasa, bagus, dan setiap hari melapor, mendapatkan TKD maksimal. Sedangkan untuk mereka yang lambat, lelet, tidak punya tanggung jawab, otomatis TKD nya bisa turun.
"Untuk itu lebih baik tingkatkan para petugas-petugas supaya gajinya naik. Dengan cara seperti itu korupsi dapat terhindar," katanya.
"Selama ini coba Anda lihat, kerja mereka cepat, sungai bersih, jadi bersih, bantaran juga bersih, trotoar bersih, cepat banget. Malam-malam mereka kerja, nanti malam sampai jam malam yah. Saya keliling mereka lagi kerja untuk perbaiki trotoar sampai tengah malam, yang di sekitar lapangan banteng misalnya. Kenapa? Karena ini dia tadi ada motivasi untuk itu," katanya.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya