Jalani tes kejiwaan, anak diduga digergaji ibu tak trauma
Dari hasil pemeriksaan itu, GT diketahui memiliki tingkat kecerdasan yang baik dibandingkan anak seusianya.
Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan anak yang mengaku dianiaya ibunya, GT (12), tidak mengalami trauma berat berdasarkan hasil tes kejiwaan. Hanya saja, GT butuh persiapan mental sebelum dipertemukan dengan sang ibu.
"Dia (GT) mungkin membutuhkan persiapan mental untuk bertemu ibunya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Audie Latuheru di Jakarta, Minggu (5/7), seperti dilansir Antara.
Audie mengatakan GT telah menjalani tes kejiwaan dua kali pada 1 dan 3 Juli 2015 yang diadakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Tak hanya itu, hasil pemeriksaan psikologis juga memperlihatkan GT memiliki tingkat kecerdasan yang baik dibandingkan anak seusianya.
Audie menduga ada kemungkinan GT melawan kepada ibunya, yang berinisial LSR (47), dengan cara berbohong mengaku jadi korban kekerasan. Guna mengungkap laporan kekerasan ibu terhadap anaknya itu, penyidik kini mengagendakan pemeriksaan terhadap LSR sebagai saksi terlapor pada Rabu (8/7).
Sebelumnya, GT melarikan diri dari rumahnya hingga ditampung tetangganya berinisial AT karena mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari ibunya. AT mengantarkan GT melaporkan kejadian ke Polres Metro Jakarta Selatan, lalu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membawa anak berusia 12 tahun itu ke rumah aman untuk pemulihan kondisi fisik dan psikologisnya.
Baca juga:
5 Fakta dibalik kasus ibu gergaji anak kandung di Cipulir
KPAI sebut Sharon siksa anaknya berbulan-bulan
Tetangga kenal Sharon punya banyak tato, mirip anak punk
Anak yang diduga digergaji ibunya dikenal cerdas
Sebelum kabur, anak diduga digergaji ibunya disuruh siram kebun