Jakarta Dikepung Banjir Lagi, Pramono Ungkap 3 Penyebab Utamanya
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi ratusan RT di Jakarta dilaporkan lumpuh akibat bencana hidrometerologi tersebut.
Jakarta dikepung banjir lagi. Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi ratusan RT di Jakarta dilaporkan lumpuh akibat bencana hidrometerologi tersebut.
Dia menyebut, sumber kepungan banjir bukan hanya satu melainkan tiga. Mulai dari curah hujan, rob hingga adanya air kiriman.
"Yang pertama adalah banjir kiriman, yang kedua adalah banjir karena curah hujan yang ada di tempat di Jakarta, yang ketiga pas bersamaan rob permukaan air lautnya naik," kata Pramono kepada awak media di Jakarta, Senin (7/7).
Pramono menuturkan, permukaan air laut Jakarta baru turun sekira pukul 22.30 WIB. Kemudian, Pemprov Jakarta melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengaktivasi pompa 600 lebih pompa penyedot air yang dimiliki. Bahkan, ada 10 pompa yang terbakar.
"Dari 600 pompa itu karena airnya begitu banyak, akhirnya 10 pompa terbakar. Saya tadi baru saja mendapatkan laporan dari Ibu Ika (Kepala Dinas SDA) dan sejak tadi malam praktis satu-persatu wali kota Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, saya kontrol satu-satu sampai dengan jam 3 pagi, pun kami masih berkomunikasi," ungkap Pramono.
Pramono Pelototi Penanganan Banjir
Pramono memastikan, saat hujan turun dengan lebat, dirinya terus memantau command center untuk mengetahui perkembangan titik ketinggian air.
"Semuanya dimonitor, mana air yang tinggi, mana yang kurang dan sebagainya dan itulah yang kemudian kita gunakan untuk diskusi apakah yang ini boleh (pintu airnya) dibuka atau tidak," tutup Pramono.