Hampir 100 persen, penyaluran KJP tahun ini harus diperhatikan
Untuk 2013 tercatat ada 403.000 siswa yang mendapatkan KJP.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, Kartu Jakarta Pintar (KJP) masih perlu mendapatkan perhatian pada tahun ini. Sebab, pada 2013 lalu, penyaluran KJP sudah hampir mencapai 100 persen.
"Boleh dikatakan 95 persen sudah optimal. Kita akui ada yang belum dapat. Ada orang tua yang belum tahu mekanismenya dan intinya banyak masalah berkas," ujar Taufik saat dihubungi merdeka.com, Senin (6/1).
Selain permasalahan data siswa yang menerima, Taufik juga menyampaikan ada beberapa sekolah yang meminta agar KJP memiliki tenggat waktu.
"Sekolah ada yang usul KJP ada batas waktunya," jelasnya.
Tujuannya tentu untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oleh pihak penerima. Namun demikian, dia mengatakan perlu dilakukan koordinasi lebih intensif lagi dengan Bank DKI yang menjadi tempat dicairkannya KJP.
"Koordinasi dengan Bank DKI, kemarin kan masih baru lagi dan banyak lagi. Kita harus mencarikan solusi. Jadi tahun depan harapannya pencairan dapat dilakukan dengan cepat," ujarnya.
Taufik menambahkan, untuk 2013 tercatat ada 403.000 siswa yang mendapatkan KJP. Ini menyerap dana hibah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hingga Rp 840 miliar. Oleh karenanya pengawasan lapangan tetap tidak boleh ditinggalkan.
"Waktu terumit ketika pertengahan tahun. Karena saat itu semua siswa terjadi pergeseran. Ada yang naik kelas, ada yang pindah, ada yang baru masuk. Makanya datanya harus mantap," tutupnya.
Baca juga:
Jokowi siapkan Rp 20 miliar untuk siswa berprestasi
Jokowi klaim KJS dan KJP atasi masalah layanan publik di DKI
Jokowi diminta ubah program KJP agar tak mentok sampai SMA
Data tidak akurat, banyak siswa dapat dua Kartu Jakarta Pintar
Ahok kesal pencairan dana KJP tahap dua lambat