LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Djarot miris banyak aset DKI tak terkelola dengan baik

Pemprov DKI saat ini tengah gencar melakukan pendataan aset baik yang bergerak maupun tidak.

2016-07-20 15:46:15
Djarot Saiful Hidayat
Advertisement

Pemprov DKI Jakarta selama beberapa bulan terakhir akan fokus untuk mendata semua aset milik DKI yang selama ini banyak terbengkalai. Aset yang tak diurusi belakangan diketahui malah bermasalah karena dikuasai pihak lain.

"Makanya kita inventarisasi semua aset kita baik yang sudah clear, tidak bermasalah, baik yang lagi ada masalah, semuanya yang dikuasai SKPD. Aset kita ini jumlahnya banyak banget," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota, Jakarta, Rabu (20/7).

Diakuinya, kelemahan Pemprov DKI dalam pengelolaan aset karena kelemahan pada dokumen-dokumen, pemanfaatan lahan, pencatatan dan pengamanannya. Tahun ini dirinya akan berkonsentrasi pada aset yang tidak bergerak seperti tanah dan bangunan.

"Itu nilainya paling tinggi, baru dari situ aset yang bergerak, alat berat dan sebagainya," ujar Djarot.

Dia berharap tahun depan penyalahgunaan wewenang terhadap aset sudah tidak ada lagi. Agar optimal, ke depannya pengelolaan akan dilakukan wilayah masing-masing.

"Oleh karena itu kita rumuskan satu sistem supaya pengelolaan aset itu betul bisa didesentralisasikan di tingkat wilayah," katanya.

Djarot melanjutkan, masing-masing wilayah kota bisa berkoordinasi dengan SKPD terkait. Penguatan aset-aset pemerintah itu nantinya akan didesentralisasikan dengan pemerintah pusat.

"Kita punya peta masing-masing aset kita di wilayah tersebut, di tingkat kelurahan asetnya apa saja terutama tanah, dikuasai siapa, kita punya peta bidang itu," papar Djarot.

"Peta bidang dari tiap kelurahan ditarik akan menjadi masing-masing kecamatan. Semua aset lahan itu kan pasti ada di wilayah kelurahan, apapun milik siapapun. Sehingga dengan cara seperti ini tidak ada ego untuk saling menyembunyikan aset di masing2 SKPD" tambahnya.

Baca juga:
BPK bakal investigasi proyek pembangunan jalan layang non-tol di DKI
Djarot minta penjual kembalikan uang lahan Cengkareng
Djarot: Kasatpol PP main HP kirain cari Pokemon, ternyata laporan
Djarot sebut PDIP masih mungkin usung Ahok
Djarot sebut transparansi informasi jadi bahan buat peras pejabat
Wagub Djarot yakin proyek toilet DPRD DKI bakal diaudit
Pesan Djarot ke siswa: Jangan bentuk geng di sekolah

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.