LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Diduga masih ada anak-anak korban prostitusi online Candy's Group

Diduga masih ada anak-anak korban prostitusi online Candy's Group. "Korban ini memang ada potensi bertambah. Hingga saat ini yang sudah teridentifikasi ada 8, juga tidak menutup kemungkinan apabila akan ada tersangka lainnya dalam kasus ini," kata Kombes Wahyu Hadiningrat.

2017-03-15 13:58:59
Prostitusi Online
Advertisement

Praktik prostitusi online yang dilakukan lewat media sosial Facebook dibongkar jajaran polisi Mapolda Metro Jaya. Bisnis esek-esek itu disamarkan dalam sebuah akun yang diberi nama 'Official Candy's Grup'.

Dirkrimsus Mapolda Metro Jaya, Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan, kasus itu masuk terus dikembangkan. Sebab, sangat dimungkinkan jumlah korbannya bertambah.

"Korban ini memang ada potensi bertambah. Hingga saat ini yang sudah teridentifikasi ada 8," ujar Wahyu, di Polda Metro Jaya, Rabu (15/3).

Wahyu juga mengatakan saat ini pihaknya baru mengamankan empat pelaku kejahatan seksual tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan apabila akan ada tersangka lainnya dalam kasus ini. Mengingat, saat ini dia beserta tim masih terus melakukan proses identifikasi," katanya.

Namun, lanjut Wahyu, hingga kini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

"Itu perlu kita identifikasi dulu, sebab di samping ada gambar dan filmnya kita harus tahu pelakunya siapa dan di mana dilakukan, dan kemudian korban sudah ditemukan," pungkas Wahyu.

Sebelumnya, penyidik dari Sub Direktorat Cyber Crime Polda Metro Jaya praktik pornografi melalui sebuah akun Facebook bernama 'Official Candy's Group'. Kasus ini bikin kaget karena para korban yang adalah kecil di bawah umur.

Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan menyebut, dari pengungkapan tersebut pihaknya mengamankan empat pelaku bernama Wawan (27), Dede (24), Dicki Firmansyah (17) dan SHDW (16). Di mana korbannya berusia 4 hingga 8 tahun.

"Jadi anggota meng-share video dan foto yang memuat pornografi anak ke dalam grup Facebook dan WhatsApp ini yang sudah disediakan oleh pelaku," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/3).

Baca juga:
Pemilik spa di Bali incar gadis desa buat jadi terapis esek-esek
Polda Metro bongkar sindikat pornografi anak dibawah umur lewat FB
Nonton Jakarta Undercover, Ahok ingin RT RW aktif cegah prostitusi
Bongkar praktik prostitusi online, polisi amankan mahasiswi jadi PSK
Polisi bekuk pasangan muncikari incar pelajar & anak putus sekolah
Tawarkan layanan 'kuda lumping', tempat spa di Bali digerebek
Sekuriti mal jadi tersangka kasus remaja mesum di ruang ganti

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.