Data tidak akurat, banyak siswa dapat dua Kartu Jakarta Pintar
Akibatnya banyak siswa yang tidak kebagian Kartu Jakarta Pintar.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) mengakui dalam penerapan Kartu Jakarta Pintar (KJP) masih ada kelemahan. Salah satu yang menyebabkan kelemahan itu adalah kekeliruan dalam pemasukan data, sehingga tidak tepat sasaran.
"Masih banyak yang dobel-dobel, satu siswa dapat dua kartu. Jadi, banyak siswa yang enggak bisa dapat KJP," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (20/12).
Namun, Ahok menengarai kekeliruan ini juga ada kaitannya dengan pihak sekolah. Sebab beberapa data yang keliru dimasukkan merupakan data yang diberikan oleh sekolah kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Bagaimanapun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap akan melanjutkan pemberian bantuan kepada siswa tidak mampu. Mantan Bupati Belitung Timur mengungkapkan, yang tidak boleh dinafikan adalah tepatnya bantuan tersebut.
"Mungkin sistem cara penyalurannya bisa dikunci. Sekarang bagi kita yang penting penyalurannya tepat sasaran, jangan sampai anak tidak mampu tidak dapat KJP," ujar Basuki.
Baca juga:
Ahok kesal pencairan dana KJP tahap dua lambat
Penerima KJP bertambah 78.302 siswa
Jokowi-Ahok tambah anggaran KJS dan KJP
Jelang setahun pimpin DKI, Jokowi klaim KJP dan KJS berhasil