LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

BPN pastikan wali kota Jakbar tidak salah gusur lahan Tambora

BPN pastikan wali kota Jakbar tidak salah gusur lahan Tambora. Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi menyambangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Kedatangannya itu untuk memberikan klarifikasi terkait kasus salah gusur yang dilakukannya terhadap rumah di kawasan Tambora.

2016-10-05 15:07:52
Sengketa Lahan
Advertisement

Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi menyambangi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Kedatangannya itu untuk memberikan klarifikasi terkait kasus salah gusur yang dilakukannya terhadap rumah di kawasan Tambora.

Dalam pertemuan tersebut, dia ditemani Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Barat Sumanto. Keduanya menjelaskan persoalan perbedaan nama lokasi sesuai sertifikat yang disimpan di BPN.

"Ya kita sudah laporkan ke Pak Gubernur masalah sertifikat," ujar Anas di Balai Kota DKI Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/10).

Sumanto menjelaskan, dirinya sudah melakukan gelar perkara di hadapan Basuki. Dia menerangkan, rumah milik Andre (45), warga Krendang Utara, nomor 19 RT 12 RW 3, Tambora, Jakarta Barat memang target gusuran.

"Kalau menurut saya salah gusur enggak, karena buktinya Pak Wali dasarnya sertifikat. Sertifikat itu objeknya di situ, bukan karena alamat," jelasnya.

Menurutnya, dari hasil pemanggilan ketua RT dan RW setempat, diketahui telah terjadi pergantian nama jalan. Dari sebelumnya Krendang Indah, berganti menjadi Krendang Utara.

"Alamatmu jalan ini, dulu jalan Pahlawan Revolusi diganti karena negara, bisa jadi jalan lain. Tetapi tanahnya kan enggak bergeser kan? Jadi kalau hak itu berdasarkan ruang, bidang," jelasnya.

Sebelumnya, Andre bersama Linarti Dewi Santoso mendatangi Balai Kota untuk menyampaikan keluhannya kepada Basuki. Andre mengeluhkan tindakan Wali Kota Jakarta Barat yang menggusur rumahnya, dan menudingnya sebagai centeng mafia tanah.

Laporan itu membuat Basuki emosi. Dia langsung menelepon Anas Effendi.

"Eh Pak wali, kamu bongkar-bongkar rumah orang, salah alamat lagi. Ini ada pengaduan saya lihat kamu ngaco," kata Ahok sambil bertelepon, Kamis (22/9) lalu.

Baca juga:
Tuntutan ganti rugi lahan Rp 9 M gagal, massa ancam akan demo lagi
Tuntut ganti rugi lahan Rp 9 miliar, warga Makassar tutup jalan tol
Petani dan AJI Purwokerto garap film dokumenter soal konflik agraria
Suku anak dalam desak polisi tuntaskan konflik lahan di Jambi
Kasus sengketa tanah, calon gubernur Banten Wahidin digugat warga

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.