Biaya bikin pidato capai jutaan, Ahok bilang 'dulu malah miliaran'
Besarnya biaya pembuatan naskah pidato mendapat kritikan keras dari M Taufik.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, biaya pembuatan teks pidato yang mencapai Rp 805 juta tak hanya dianggarkan khusus bagi kepala daerah saja. Anggaran sebesar itu juga diberikan untuk pembuatan naskah pidato wakil gubernur dan sekretaris daerah.
"Biaya itu bukan buat saya saja, tapi buat saya, wakil gubernur dan sekretaris daerah," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).
Dia melanjutkan, anggaran yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) merupakan biaya untuk para pembuat naskah. Namun, Ahok menyebut angka yang tercantum masih lebih kecil dibandingkan gubernur terdahulu.
"Dulu miliaran malah," singkatnya.
Ahok tampak santai menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD, M Taufik yang menyatakan akan menghapus anggaran tersebut dari APBD.
"Enggak masalah mau dihapus apa enggak, orang PNS bisa ngetik kok. Cuma ngetik pidato, disusunin semua, kalau laporan di DPRD, paripurna resmi. Kalau pidato yang lain saya cuma liat poinnya, masalahnya apa? Saya enggak pernah baca teks pidato selama ini," tutupnya.
Baca juga:
Pasca diserang, Ahok kini pamer banyak PNS DKI lulusan terbaik IPDN
Ditanya nasib monorail, Ahok bilang 'bye bye udah enggak ada cerita'
Kisah Ahok dimusuhi bapaknya karena tak mau jadi dokter
Ahok ancam rumah sakit swasta yang menolak pasien peserta BPJS
Masih bermasalah, Sumber Waras diyakini Ahok tetap jadi RS kanker