LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Anies Baswedan: Stunting dan Obesitas Sama-Sama Persoalan Ekstrem

Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut atas semua kebijakan dan program yang dapat mengintervensi dua persoalan itu. Pemprov DKI juga ikut mengoordinasi pelibatan institusi non-pemerintah untuk mendukung aksi percepatan pencegahan stunting dan obesitas.

2022-01-28 16:32:26
Anies Baswedan
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masalah kurang gizi kronis dengan tubuh pendek pada balita atau stunting dan obesitas merupakan persoalan yang sama-sama ekstrem. Sehingga, dia mengungkapkan, penanganannya membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Masalah gizi terutama 'stunting' dan 'obesitas' merupakan tanggung jawab semua pihak, lintas program dan lintas sektoral,” katanya saat hadir pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-62 secara virtual di Jakarta, Jumat (28/1).

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut atas semua kebijakan dan program yang dapat mengintervensi dua persoalan itu. Pemprov DKI juga ikut mengoordinasi pelibatan institusi non-pemerintah untuk mendukung aksi percepatan pencegahan stunting dan obesitas.

Advertisement

Sementara itu, Ketua Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Rudatin mengingatkan, ahli gizi di Jakarta yang tersebar di seluruh Puskesmas untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat, dari level Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) hingga keluarga.

Ia menyebut, selain masalah stunting di Indonesia, masalah obesitas di Jakarta tercatat paling tinggi di tengah pandemi Covid-19, meski ia tidak menyebutkan detail jumlah angka obesitas di Jakarta saat ini.

“Di DKI angka obesitas anak-anak sangat tinggi. Jadi, yang paling tinggi di DKI adalah kondisi tidak seimbang di anak-anak, satu sisi stunting, wasting, kurus, dan di sisi lain obesitas, mungkin dikarenakan kurangnya pengetahuan,” jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Advertisement

Kementerian Kesehatan melalui buletin Situasi Stunting di Indonesia mencatat proporsi stunting pada balita di Tanah Air berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI) tahun 2019 yaitu sebesar 27,67 persen. Dari total persentase tersebut, proporsi stunting pada balita di DKI Jakarta pada 2019 mencapai 19,96 persen.

Realisasi angka tersebut masih jauh dibandingkan Provinsi Bali dengan angka paling rendah mencapai 14,42 persen dan Kepulauan Riau 16,82 persen.

Sedangkan angka obesitas atau kegemukan di DKI Jakarta berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 mencatat prevalensi gemuk pada balita di DKI Jakarta mencapai 11,7 persen dan tertinggi di Lampung 21,4 persen dan terendah di NTB sebesar 8,5 persen.

Baca juga:
Ketua DPR Berharap Indonesia Bisa Bebas "Stunting" Demi Cetak Generasi Emas
Menko PMK Minta Daerah Teruskan Genjot Stunting Sampai Nol
Tak Hanya Picu Stunting, Masalah Gizi Juga Bisa Picu Obesitas
Penyelesaian Stunting Butuh Dukungan dari Seluruh Pemangku Kepentingan
Atasi Stunting, Pemkot Medan Siapkan Program untuk Calon Pengantin dan Ibu Hamil
Menko PMK Sebut Faktor Lingkungan Jadi Sumber Utama Kemiskinan Ekstrem

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.