Anak buah Ahok ulur rapat, Lulung & M Taufik curiga dibikin deadlock
Rapat yang dijadwalkan pukul 15.00 WIB belum mulai karena alasan hard copy e-budgeting belum beres.
Hari ini, sedianya tim penyusun anggaran daerah (TAPD) Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta kembali duduk bersama untuk memfinalisasi RAPBD DKI Jakarta 2015 sebelum dikirim ke Kemendagri pada Senin (23/3) besok. Tapi yang terjadi, sampai sore ini rapat belum dimulai karena tim dari DKI tak satu pun yang menunjukkan mukanya.
Kelakuan anak buah Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, membuat DPRD gerah. Meski tetap menunggu, mereka berharap keseriusan pemprov untuk menyelesaikan permasalahan ini.
"Tadi kita minta TAPD dateng, TAPD belum memberikan rincian hasil print out (e-budgeting), tapi alasannya masih ngerjain. Dia janji mau kasih sore ini, padahal jam 12 ini kan sudah ada keputusan," ucap Wakil Ketua DPRD, M Taufik, kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/3).
Meski kesal, lanjut Taufik, DPRD tetap akan menunggu. Setelah diterima DPRD akan membahas lagi sebelum akhirnya diputuskan.
Dalam kesempatan yang sama, Haji Lulung juga heran kenapa tim DKI terkesan tak serius.
"Sekarang gimana mau bahas kalau rincian belum di tempat kita. Gua udah deh, jangan hard copy, soft copy saja. Dia bilang banyak bang lima screen. Kan ada inputnya, kita lihat yang tambah kurang mana, siapa yang nyeberang ketahuan duit tuh," ucap Lulung kesal.
"Anak buah kita sudah nunggu dari pukul 15.00 WIB. Udah kita kesel, kita panggil sekda. Katanya hard copy beres jam 7. Jam 11 bisa dikasih, sejam disuruh evaluasi. Gimana?" lanjutnya.
Dia menduga ulur waktu yang dilakukan anak buah Ahok karena ingin pembahasan ini kembali berakhir tanpa keputusan.
"Mana mungkin 5 jam pembahasan, yang ada harusnya tadi jam 2 mulai, kita lembur sampai jam 10. Kejawab ini yang pingin deadlock siapa. Disetting deadlock. Masak dari hari gini hard copy belum dikasih. Dia kagak kasih. Kalau anak-anak bubar mana mungkin tungguin kayak budak saja," jelas politikus PPP.
Baca juga:
Nyerah soal RAPBD, Hanura & Demokrat serahkan ke Ahok yang terbaik
Wiranto dorong Ahok dan DPRD DKI hentikan konflik tak produktif
Ahok soal damai dengan DPRD: Kalau salah minum obat ya ribut lagi
Ahok menang, DPRD akhirnya sepakat coret dana siluman Rp 12,1 T
Mabes Polri awasi penanganan kasus UPS oleh Polda Metro Jaya
Masih kumpulkan data, KPK lanjutkan usut dana siluman APBD DKI
Cerita Ahok siap mati ditembak demi RAPBD 2015