Cerita Ahok siap mati ditembak demi RAPBD 2015
Merdeka.com - Perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan para wakil rakyat di DPRD DKI soal RAPBD DKI 2015 tak juga mereda. Kedua pihak tetap berkukuh pada pendiriannya masing-masing.
Ahok yang terkenal dengan sikapnya yang ceplas ceplos tetap kukuh banyak dana siluman dalam RAPBD DKI 2015 yang telah disetujui dalam paripurna DPRD DKI. Karenanya, Ahok enggan berkompromi DKI soal RAPBD DKI jika anggaran-anggaran yang dinilainya tak masuk akal itu masih tetap harus dimasukkan.
Sementara para wakil rakyat tak terima atas tudingan Ahok. Mereka lantas menggalang hak angket untuk mantan anggota DPR itu.
Para wakil rakyat mempersoalkan Ahok mengajukan RAPBD DKI 2015 ke Kemendagri yang bukan disetujui paripurna. Mereka menuding Ahok telah melanggar undang-undang atas apa yang telah dilakukan.
Tak terima diangket, Ahok lantas membeberkan anggaran Rp 12,1 triliun dalam RAPBD DKI yang diduga dana siluman. Salah satu proyek yang diduga digelembungkan adalah pengadaan UPS.
Dalam proyek itu UPS untuk satu sekolah dianggarkan hingga Rp 5,8 miliar. Tak cukup sampai di situ, Ahok lantas melaporkan hal itu ke KPK. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya