Ahok tantang bicara di pengadilan: Salahnya dimana beli Sumber Waras
Ahok bangga jika dibilang bisa atur KPK soal korupsi Sumber Waras.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, dirinya lebih senang jika permasalahan dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras yang selalu dituduhkan kepadanya dibawa ke pengadilan. Hal itu, jelasnya, dapat membuktikan, apakah dirinya terlibat tindak korupsi atau tidak.
"Saya lebih senang pengadilan sebetulnya. Kita gak mau dibuat ombang ambing. Karena kalau di pengadilan, semua orang akan dengar. Salahnya dimana beli Sumber Waras," kata Ahok di Balai Kota, Jumat (11/3).
Lebih lanjut, ia menyayangkan pernyataan sejumlah pihak yang menyebut KPK berpihak padanya. KPK sendiri sudah meminta BPK untuk mengaudit pembelian lahan RS Sumber Waras.
Ahok menambahkan, sampai saat ini, KPK belum menemukan dua alat bukti sebagai permulaan penyelidikan dugaan korupsi. Bahkan ia mendorong agar KPK untuk terus mencari dua alat bukti tersebut.
"Nah saya percaya ini profesional. Saya akan ikuti proses hukum," ujarnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku bangga jika ada sejumlah pihak yang menuduh dirinya dapat mengatur KPK. Terlebih lagi rencana Komisi III DPR RI yang akan memanggil dirinya.
"Kadang-kadang saya pikir DPRD kayak Lulung, saya kadang-kadang merasa bangga juga menjadi Ahok. Ternyata bisa atur KPK kata mereka. DPR RI mau manggil saya, sekelas presiden saya," ujarnya.
Baca juga:
Ketua KPK tegaskan tak ada politisasi dalami kasus Sumber Waras
Ketua KPK sebut seluruh pimpinan kompak soal korupsi Sumber Waras
Fadli Zon salahkan KPK karena tak bisa jerat Ahok
KPK berhati-hati selidiki korupsi Sumber Waras saat Pilgub DKI
Tahap penyelidikan, KPK periksa 30 saksi terkait kasus Sumber Waras
Fahri sebut Komisi III tidak bisa panggil Ahok kalau belum tersangka
Demokrat senang Ahok dipanggil Komisi III jelaskan soal Sumber Waras