Ahok: Tanggung jawab sopir TransJakarta sama dengan pilot
Ahok juga tak melarang jika sopir TransJakarta hanya dari lulusan pendidikan SMA.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan tidak akan mempermasalahkan latar belakang pendidikan sopir TransJakarta. Sebab menurut dia yang terpenting adalah seseorang mampu mengendarai bus dengan aman.
"Gak pakai syarat sekolah, lulusan SMA aja boleh. Karena kita lakukan dengan tes. Kita mereka coba bawa mobil selama sebulan. Orang jadi DPR atau DPRD lulusan SMA aja boleh kok," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/2).
Ahok menilai pendidikan tidak terlalu menjadi barometer ukuran kelayakan menjadi sopir TransJakarta. Tanggung jawab yang tinggi membuat tes yang akan dilakukannya akan sangat selektif. Dengan demikian menjadikan sopir-sopir Transjakarta sebanding dengan pilot.
"Sama kaya pilot, mereka sama-sama bawa nyawa ratusan orang," kata manta Bupati Belitung Timur ini.
Dengan demikian, Ahok menambahkan, maka sopir TransJakarta layak untuk mendapatkan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta sekitar tujuh juta.
"Kamu jadi tukang parkir aja bisa dapat 2 kali UMP. Pilot aja gajinya juga gede karena mereka bawa nyawa orang, tapi jadi sopir TransJakarta-kan juga sama pilot. Mereka juga dapat asuransi, karena memang sudah berada di dalam itu," tutupnya.
Baca juga:
Polisi duga pelaku penembakan Bus Transjakarta warga sekitar
DPRD DKI prihatin, pemprov beli bus baru tapi sudah rusak
Transjakarta angkat tangan soal penembakan bus di Pancoran
Bus Transjakarta ditembak orang tak dikenal di Pancoran
Pura-pura antre busway, 2 copet beraksi di Halte Dukuh Atas