Transjakarta angkat tangan soal penembakan bus di Pancoran
Merdeka.com - Kepala Unit Pelaksana Transjakarta Pargaulan Butar Butar mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak mengenai kasus penembakan yang terjadi di koridor IX rute Pinang Ranti-Pluit di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu malam. Menurutnya, kasus penembakan berada di luar kewenangannya.
"Kalau kami hanya bisa melaporkan kepada pihak kepolisian dan menunggu hasil indentifikasi dari kepolisian," katanya saat dihubungi, Senin (10/2).
Kasus penembakan sudah terjadi sebanyak tiga kali di koridor IX, Pinang Ranti-Pluit. Pargaulan mengungkapkan, dirinya telah melakukan upaya maksimal menjaga keamanan penumpang. Salah satu caranya dengan memasang close circuit television (CCTV) di halte dan dalam bus.
"Kalau ada yang menembak kami tidak bisa berbuat apa-apa. Petugas kami sudah ada di situ. Terus CCTV juga ada, tapi kan itu ditembak dari luar jadi tidak kelihatan siapa pelakunya," ungkapnya.
Seperti diketahui, Transjakarta ditembak pada Sabtu (8/2) malam, sekitar pukul 23.06. Peristiwa itu kemudian dilaporkan oleh pihak Transjakarta ke Polda Metro Jaya, Minggu (9/2), melalui sopir yang busnya, Jonni Marasih Siregar. Hingga saat ini, pihak kepolisian juga masih menyelidik pelaku yang diduga dengan sengaja memuntahkan peluru ke arah busway.
Aksi penembakan ini bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu, pelaku yang diduga menggunakan senjata airsoft gun itu menembaki halte bus yang berada di Pancoran, MT Haryono Cawang dan Duren Sawit. Pihak kepolisian juga belum bisa mengungkap siapa pelaku dalam peristiwa tersebut. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya