LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JAKARTA

Ahok gandeng KPK usut kasus gratifikasi Rp 9,6 M tanah Cengkareng

Kepala dinas mengaku uang itu diberikan cuma-cuma oleh si penjual tanah.

2016-06-28 13:18:52
Ahok
Advertisement

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menindaklanjuti dugaan gratifikasi pembelian lahan di Cengkareng yang rencananya akan dibangun rusunawa. Nilai gratifikasi tersebut mencapai Rp 9,6 miliar.

Ahok, sapaan Basuki, mengaku dugaan gratifikasi ini pertama kali dilaporkan Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Ika Adji Lestari pada bulan Januari lalu.

"Waktu itu dilaporin dari kepala dinas, ada sejumlah uang dari hasil pembelian. Saya tanya kenapa ada duit seperti itu?," kata Ahok mengulang perbincangannya dengan Ika saat itu, di Balai Kota, Senin (28/6).

Kepada Ahok, Ika mengaku uang itu diberikan oleh di penjual tanah. Dia kemudian melihat uang yang diberikan kepada Ika dan segera meminta anak buahnya itu melapor ke KPK.

"Katanya mereka (penjual) kasih Pak. Saya langsung curiga. Kasih berapa? Dia kasih lihat. Wah, miliaran. Belasan miliar ini. Saya bilang ini bukan kasih terima ini. Ini pasti ada sesuatu. Makanya saya lapor KPK, terus diselidiki," jelasnya.

Hingga kini, lanjut Ahok, KPK masih menelusuri kasus dugaan gratifikasi tersebut. Dia mengaku terus berkoordinasi dengan KPK.

Seperti diketahui, BPK menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan 2015 tentang pembelian lahan di Cengkareng. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diketahui membeli lahan seharga Rp 648 miliar di Cengkareng, Jakarta Barat. Belakangan diketahui tanah itu milik DKI.

Namun entah bagaimana ceritanya diketahui tanah tersebut memiliki dua sertifikat. Satu miliki Dinas Kelautan Perikanan dan satunya milik seorang warga bernama Toeti.

Baca juga:
Ahok yakin Puskesmas dan RS di Jakarta aman dari vaksin palsu
Pembelian tanah tak maksimal, Ahok tuding anak buahnya main curang
Teman Ahok mau hitung manual KTP, mereka yang ragu ditantang hadir
Ahok duga ada kaitan gratifikasi Rp 9,6 M dengan lahan Cengkareng
Pembelian lahan di Cengkareng, Ahok duga ada gratifikasi Rp 9,6 M
Lurah jadi mafia tanah Cengkareng bikin Ahok berang
Ahok targetkan rekapitulasi 1 juta KTP selesai usai Lebaran

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.