Ahok yakin Puskesmas dan RS di Jakarta aman dari vaksin palsu
Merdeka.com - Dalam beberapa pekan terakhir, polisi berhasil mengungkap pembuatan hingga distribusi vaksin palsu. Tak hanya itu, 15 orang sudah dinyatakan sebagai tersangka, termasuk pasangan suami istri yang dibekuk polisi di Bekasi, Jawa Barat.
Terungkapnya kasus tersebut ternyata menimbulkan keresahan di masyarakat. Tidak sedikit yang khawatir vaksin palsu bisa menyebabkan penyakit tertentu dan membahayakan. Apalagi, banyak pihak yang meyakini peredaran vaksin palsu sudah memasuki rumah sakit dan puskesmas.
Namun, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku yakin, peredaran vaksin palsu tidak terjadi di ibu kota. Baik rumah sakit hingga puskesmas tidak menggunakan vaksin buatan pasangan suami istri di Bekasi itu.
"DKI aman lah," ucap Basuki kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/6).
Terkait pernyataan Bareskrim yang menduga peredaran vaksin palsu telah masuk ke rumah sakit, pria yang akrab disapa Ahok ini mengaku tak yakin. Sebab, Polda Metro Jaya sendiri tidak hanya mengawasi Jakarta saja.
"Saya enggak tahu apa itu di DKI atau di luar DKI? Karena kepolisian itu kan, Polda Metro Jaya termasuk Tangerang, Depok, Bekasi juga," sahutnya.
Sebelumnya, Bareskrim kembali menangkap dua orang berinisial T dan M di Semarang, Senin (27/6). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus pembuatan dan perindustrian vaksin palsu.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan, total tersangka dalam kasus vaksin palsu kini berjumlah 15 orang. Meski demikian, belum dipastikan dua tersangka yang baru ditangkap terkait dengan 13 tersangka sebelumnya atau tidak. Untuk mengetahui hal itu, polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap keduanya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya